News & Info
Home » Blog » Gubernur Papua : Yang Tertembak Adalah OPM

Gubernur Papua : Yang Tertembak Adalah OPM

9

Gubernur Provinis Papua, Lukas Enembe, S.I.P., M.H., memastikan korban yang tewas tertembak oleh anggota TNI di Puncak  Jaya, Senin (4/11) adalah  anggota OPM.

“Yang tertembak adalah saudara kita juga, tapi mereka adalah OPM karena membawa senjata secara liar alias illegal dan berupaya menyerang aparat keamanan,”tegas Lukas Enembe.

Seperti diketahui TNI berhasil menembak mati salah satu anggota kelompok separatis bersenjata OPM bernamaKiwo Telenggen,senin 4 November di Mulia Puncak Jaya Papua.

Bahkan, kata Gubernur, dirinya sudah berkomunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya maupun Kapolda, ternyata memang yang tertembak adalah OPM. “Tidak salah lagi, yang tertembak merupakan anggota OPM,”singkatnya.
Senjata yang digunakan anggota OPM itu, adalah senjata milik Komandan Koramil yang tahun lalu dirampas. “Itu senjatanya Koramil dan dirampas ketika Pemilukada Puncak Jaya tahun lalu berlangsung di Distrik Mewoluk,”paparnya.

Gubernur mengimbau, agar mereka yang selama ini berseberangan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang hanya menimbulkan jatuhnya korban.”Dari tahun ke tahun pembunuhan terus terjadi, saudara kita yang bersebarangan sebaiknya merenungkan semua peristiwa yang terjadi, meski korban berjatuhan, namun tidak membawa dampak apa-apa. Sebaiknya mari bergabung untuk sama-sama membangun Papua ke arah yang lebih baik,”jelasnya.

Gubernur menambahkan, bila semua berjalan sendiri-sendiri tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang berarti. “Pembangunan tidak akan jalan kalau jalan sendiri, silahkan bergabung dengan bupati dan berjuang untuk pembangunan. Sayaakan perhatikan dan bantu apa yang merekaInginkan, usaha atau apapun,”pungkasnya.
Versi TNI peristiwa penembakan terjadi, saat ada 3 anggota OPM yang berada di tengah-tengah masyarakat yang saat itu sedang mengikuti tes penerimaan CPNS.

“Ada laporan dari masyarakat, bahwa ada 3 orang yang mencurigakan berada ditengah orang yang sedang mengikuti tes CPNS. Anggota TNI dari Batalyon Infantri 753 AVT Nabire yang bertugas di Mulia kemudian menindaklanjuti dengan melakukan patroli ke kerumunan masyarakat yang sedang mengikuti tes,”ucap Juru Bicara Kodam 17 Cenderawasih Kolonel Lismer Lumban Siantar.
Saat ketiga orang itu ditanyai tentang identitasnya, malah mereka kabur secara berpencar. Salah seorang dari ketiga lari ke arah kantor Distrik sambil melepaskan tembakan, sedangkan dua lagi kabur ke arah Gunung Kiribuya. “Yang dikejar anggota adalah yang pelaku menembak sambil kabur, dan berhasil menembaknya,”kata dia.

Dari tangan anggota OPM yang diidentifikasi bernama Kiwo Telenggen kemudian berhasil disita satu pucuk senjata api pistol jenis FN. “Dari identifikasi sementara, senjata itu milik Danramil yang dirampas beberapa waktu lalu, di Distrik Mewoluk,”ujarnya.
Sementara dua kawanan OPM lainnya meski dikejar berhasil melarikan diri masuk ke dalam hutan. “Anggota memang berupaya kejar dua lainnya, tapi mereka lari keketinggian dan masuk hutan,”ucapnya.

Meski ada aksi penembakan itu, proses tes penerimaan CPNS di Mulia tetap berjalan dan saat ini situasi tetap aman dan kondusif.
Sebelumnya, Polisi mengklaim anggota OPM itu tewas ditembak patroli TNI pimpinan Lettu Juni, saat mencoba menembaki anggota TNI, yang saat itu mengendarai mobil.

Rangkaian aksi penembakan yang mengakibatkan   jatuhnya korban jiwa yang melibatkan TNI dan TPN/OPM,  terutama di wilayah Pegunungan Tengah Papua menuai tanggapan Kabid Humas Polda Papua AKBP Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K.,  ketika  dikonfirmasi  diruang kerjanya, Rabu (6/11).

Aksi kontak senjata di Puncak Jaya, dikatakan Kabid, masyarakat  harus memahami bahwa sesuai regulasi  yang bisa memiliki senjata api di Indonesia hanya  TNI/Polri. Sedangkan masyarakat sipil  bahkan TPN/OPM dilarang memiliki senjata api.
Kabid menjelaskan, regulasi ini justru membuat NKRI  jauh lebih aman dibanding USA misalnya yang membebaskan warga sipil memiliki dan membeli senjata api sebanyak-banyaknya. Akhirnya, muncul aksi penembakan yang terjadi di Mall, di sekolah-sekolah dan lain-lain.

Terkait aksi kontak senjata antara TNI dan TPN/OPM di Puncak Jaya akibatnya seorang anggota OPM bernama Kiwo Telenggen dilaporkan tewas, tegas Kabid, pihaknya mengharapkan masyarakat tak gampang terhasut oleh kelompok-kelompok yang berseberangan tersebut.

“Jangan sampai masyarakat diadu-domba kelompok   tertentu, bahwa TNI dan Polri  itu  berasal dari luar,” tandas Kabid.
Diutarakan Kabid, TNI/Polri itu tumbuh dan bagian dari masyarakat. Setiap tahun TNI berupaya merekrut masyarakat untuk menjadi anggota TNI baik Tamtama, Bintara ataupun Perwira. Bahkan belum lama ini  12 putra Papua diterima mengikuti pendidikan Taruna di Akademi Militer (AKMIL) di Magelang. Sebaliknya, Polri merekrut anggotanya tak membedakan siapapun. Bahkan masyarakat etnis Papua mendapat dukungan  khusus sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua sehingga makin memperbaiki baik  kwalitas maupun kwantitas.

Sementara  itu, jelas Kabid,  Direktorat Reskrim Umum Polda Papua telah mengambil langkah-langkah  penyidikan terkait  aksi kontak senjata antara TNI dan TPN/OPM di Puncak Jaya, termasuk aksi penembakan  yang selama ini dilakukan kelompok berseberangan  tersebut.

“Kami telah memeriksa belasan orang saksi, guna mengungkap aksi penembakan tersebut, juga aksi-aksi penembakan sebelumnya yang hingga kini belum  terungkap,” beber Kabid.

Sebagaimana diwartakan, kontak senjata antara TNI dan TPN /OPM di Kabupaten Puncak Jaya kembali menelan korban. Seorang anggota TPN/OPM  yang diduga anak buah Goliath Tabuni bernama Trigele Enumbi alias Kiwo  Telenggen dilaporkan tewas diberondong senjata  SS1 dan mengenai bagian dada sebelah kiri dan langsung tewas, setelah aksi kontak senjata antara anggota Satgas 753/AVT yang sedang melaksanakan patroli dengan kelompok OPM yang  berjumlah 3 orang di Kantor Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, Senin (4/11) pukul 10.45 WIT.

(Sumber : BintangPapua)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.