Gubernur Papua Siapkan 1 Miliar Untuk Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 15 Oktober 2013 mendatang, Pemerintah Provinsi Papua telah sediakan dana sekitar Rp1 milliar untuk menyiapkan hewan qurban bagi beberapa kabupaten yang ada di wilayah paling Timur di Indonesia ini.
“Kami sudah siapkan hewan qurban untuk beberapa kabupaten/kota yang ada di Papua, diantaranya Jayapura, Keerom, Merauke, Wamena, Biak, Nabire, Mimika dan daerah lainnya,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (11/10).
Dimana untuk pembagiannya Gubernur telah menurunkan semua kepala dinas untuk membagikan hewan qurban yang telah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Papua tersebut. “Hewan yang kita sumbang ini, semua sudah ada di lapangan. Namun berapa jumlah hewan qurban diriya tidak mengetahui secara pasti. Yang jelas ada dana Rp1 miliar untuk bantuan hewan qurban,” tambahnya.
Ditambahkannya, untuk pembagian hewan qurban Gubernur menunjuk Asisten III bidang Umum Sekda Papua untuk mengkordinir. Nanti untuk tingkat provinsi akan dibagikan di Jayapura dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua John D.Nahumury katakan, untuk pelaksanaan Idul Adha di Papua, pihaknya memastikan hewan qurban cukup tersedia dan akan dikonsumsi untuk kabupaten/kota. Dimana khusus untuk Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom disediakan 542 ekor sapi.
“Khusus untuk Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom jumlah muslim terbanyak. Untuk itu, disediakan ternak sebanyak 542 ekor dan sudah cukup untuk tahun ini. Dengan demikian, ketersedian kebutuhan ternak sapi dalam menghadapi hari raya Idul Adha akan mencukupi,” kata John.
Ditambahkannya, dalam rangka merayakan hari Idul Adha yang akan dilakukan pada tempat-tempat pemotongan di luar RPH seperti mesjid, sehingga sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban pihaknya untuk melakukan pemeriksaan, pengawasan hewan kurban dan proses penyelenggaraan pemotongannya.
“Kegiatan pemeriksaan dan pengawasan dimaksudkan untuk mendapatkan kondisi ternak yang sehat dan memenuhi syarat untuk dipotong sedangkan pengawasan penyelenggaraan pemotongan dilakukan dalam upaya memperoleh daging qurban yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.
(Sumber : Tabloidjubi)






Tinggalkan Komentar