News & Info
Home » Blog » Global Fund Mengundurkan Diri Sebagai Lembaga Donor Di Papua

Global Fund Mengundurkan Diri Sebagai Lembaga Donor Di Papua

Akhir tahun ini, Global Fund, lembaga donor yang selama 4 tahun mendanai pencegahan HIV/AIDS di tanah Papua akan mengundurkan diri. Global Fund mendanai pencegahan HIV/AIDS di tujuh kabupaten/kota, diantaranya di Kota Nabire, Paniai, Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Jayawijaya

Ketua Komisi Penganggulangan Aids (KPA) setempat, Constant Karma menuturkan ada beberapa lembaga donor lainnya yang akan menarik diri dari Papua. Ini dikarenakan sudah mulai tumbuhnya kesadaran kepala daerah dalam penganggaran untuk pencegahan HIV/AIDS.

“Kesadaran kepala daerah saat ini mulai tumbuh untuk penganggulangan HIV/AIDS. Bahkan ada beberapa kabupaten yang dana HIV/AIDS-nya telah dianggarkan dalam APBD, namun KPA bahkan LSM yang mengurusi tentang HIV/AIDS belum ada,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (19/12).

Pihaknya mengklaim sejak tahun 2007 lalu,  dana penganggulangan HIV/AIDS  telah dianggarkan dalam APBD provinsi.

“Lembaga donor itu pasti melihat kesiapan dari provinsi, kabupaten dan kota, apakah sudah menggarkan dan tersebut atau tidak. Saat ini hampir seluruh kabupaten/kota sudah menyediakan dana penanggulan itu, sehingga ada kemungkinan lembaga donor melihat di Papua, kami telah siap untuk penanggulangan itu. Mereka (lembaga donor-red) juga telah cukup lama membantu kita. Ya, kita harus relakan mereka, jika dana tersebut tak lagi dianggarkan untuk Papua,” ungkapnya.

KPA setempat juga bakalan mencontoh kinerja yang diterapkan Global Fund dalam penanggulangan HIV/AIDS di tanah Papua. Misalnya saja sistemnya pelaporan dalam suatu kegiatan penanggulangan HIV/AID dilakukan secara terstruktur dan tepat waktu. Bahkan jika ada dana sisa dalam suatu anggaran harus tetap dikembalikan. “Cara kerja dari Global Fund sangat baik untuk ditiru. Ini sangat membantu kita,” ujarnya.

Kabarnya, lebih dari 10 lembaga donor yang selama ini mendanai program HIV/AIDS di tanah Papua bakal mengundurkan diri. APBD tahun ini pemprov setempat menggelontorkan lebih dari Rp 11 miliar. Dana tersebut di antaranya diberikan untuk kegiatan LSM yang bergerak dalam bidang HIV/AIDS, kegiatan langsung dan juga kegiatan koordinasi dengan komponen masyarakat.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.