Bertempat di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), Festival Raja Ampat (FRA) 2013 yang merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kemarin (18/10) dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono.
Dalam pembukaan FRA 2013 yang ditandai dengan pemukulan tifa, Menkokesra didampingi Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi, Bupati Raja Ampat Drs Marcus Wanma, M.Si. Turut hadir dalam pembukaan FRA 2013, menteri PU, beserta rombongan, Kementerian Pariwisata yang diwakili kepala Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Christian Zebuan, Kapolda Papua Brigjen Pol Tito Karnavian dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Menkokesra Agung Laksono yang hadir didampingi istri tercinta dalam sambutan resminya kepada masyarakat Raja Ampat dan tamu undangan yang hadir, memberikan apresiasi tertinggi kepada Pemkab Raja Ampat, karena bisa membuat iven berskala nasional ini. Menurut Agung Laksono, kegiatan ini sangat bermamfaat bagi berlangsungnya kehidupan masyararakat di Kabupaten Raja Ampat.
“Karena seperti yang diketahui bersama, Kabupaten Raja Ampat memlliki pulau yang begitu banyak, bahkan dalam pulau tersebut terdapat kampung-kampung yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa, bahkan kerajinan tangan, ukiran, serta kuliner yang dihasilkan, dapat memberikan pemasukan dan tambahan bagi masyarakat sekitarnya,” tandas Menkokesra Agung Laksana.
Selain itu, Raja Ampat kata Agung Laksono, mempunyai wilayah perairan wisata yang sangat menjanjikan. “Raja ampat merupakan megahnya orang-orang diving di seluruh dunia, kalau belum menginjakkan kaki di Raja Ampat dan menikmati indahnya panorama laut Raja Ampat, sama saja Anda belum menikmati megahnya bahari laut Raja Ampat,” ujar Menkokesra sembari berharap festival tahun ini mudah-mudahan akan menjadi ukuran pelaksanaan Sail Raja Ampat 2014 mendatang.
“Setelah saya melihat secara dekat kondisi Raja Ampat, saya optimis Sail Raja Ampat 2014 pasti akan dilaksanakan,” tandasnya.
Usai membawakan sambutan singkat, selanjutnya Menkokesra beserta rombongan,meninjau beberapa stand dan rumah adat Raja Ampat dari berbagai kepulauan, yang di mulai dari rumah adat Waigeo, yang di dalamnnya diperagakan cara pengolahan sagu. Selanjutnya rombongan menuju ke kerajinan tangan, serta ukiran dan kuliner Raja Ampat, yang pengolahanya semua memakai bahan dasar sagu dan makanan pokok asli Raja Ampat.
Di lokasi Pantai WTC, ribuan masyarakat Raja Ampat memadati lokasi kegiatan, bahkan dengan antusias masyarakat datang dengan berbagai pakaian adat, yang memakai baju yang terbuat dari rumbia, daun sagu dan berbagai bentuk ornamen menyerupan ikan. Bukan hanya itu, tampilanya kelompok suling tambur dan tari-tarian adat dari masyarakat Raja Ampat di sisi kanan dan kiri Pantai WTC kian menambah semarak suasana. Selain itu juga ada pondok-pondok yang didirikan menyerupai rumah adat menyemarakkan Festival Raja Ampat 2013.
Sekedar diketahui setelah acara pembukaan yang dilaksanakan sekitat pukul 16. 00 WIT, kegiatan terus berlanjut sampai pukul 23.00 WIT. Panggung hiburan serta tarian-tarian adat diwarnai oleh band asli Raja Ampat yang sering disebut bahari band. Setelah beristirahat sejenak, rombongan menteri dan gubernur dijamu acara makan malam, selanjutnya esok harinya akan mengikuti kegiatan lainnya, di antaranya melihat daerah-daerah wisata di pesisir Raja Ampat.
Tinggalkan Komentar