Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang merupakan program pemerintah Indonesia dalam menyikapi kenaikan BBM yang dibagikan tahap kedua Oktober lalu di Kabupaten Nabire dan Dogiyai dikabarkan tidak tepat sasaran.
“Dana BLSM ini, pada saat pembagiannya diambil oleh kepala kampung dan dibagikan kepada masyarakat.Tetapi ada indikasi kuat bahwa tidak semua dana bantuan itu sampai ke tangan masyarakat. Karena ternyata masih ada sebagian masyarakat yang tidak menerima dana tersebut,” kata Andy Gobay ketua JARUM (Jaringan Akar Rumput).
Ia mengatakan, saat pembagian dana BLSM tahap kedua Oktober, pihak Kantor Pos Nabire dan Dogiyai mengambil kebijakan agar dana BLSM dibayarkan di kabupaten atau ibukota. Padahal menurut Andy, seharusnya dana bantuan tersebut dibagikan lewat kantor pos dan giro di masing-masing kabupaten/kota.
Karena itu, Andy berharap, kiranya ada perhatian khusus dari pemerintah, khususnya kementerian sosial, kepada masyarakat pegunungan, tentang distribusi pembagian dana bantuan ini, sehingga masyarakat benar-benar merasakan bantuan pemerintah.
Tinggalkan Komentar