Sebanyak 3.200.000-an penduduk Papua dari 4.243.000-an penduduk diperkirakan akan mengikuti Pemilu tahun depan.
Ketua KPU Papua Adam Arisoy dalam Coffee Morning Kapolda Papua dengan Penyelenggaraan Pemilu 2014, Beserta Instansi Terkait di Kantor Polda Papua kemarin mengatakan, jumlah itu berdasarkan data yang diberikan oleh pemerintah Provinsi Papua tahun 2013.
“Ya, kami juga tidak bisa pungkiri karena pada waktu pilkada gubernur kemarin molor selama dua tahun 2011-2013 bisa saja terjadi pengelembungan penduduk,” katanya.
Terjadi pelonjakan data yang signifikan sekitar 600 ribu selama dua tahun belakangan pasca pemilihan gubernur 2011 yang berjumlah 2,7 juta DPT dan Pemilu 2014 jumlah DPT sekitar 3,2 juta data pemilih yang masuk ke KPU. Ia menuturkan, di daerah Pegunungan Tengah Papua banyak daerah yang masih rawan konflik.
“Daerah konflik terjadi di daerah Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire dan Intan Jaya,” ujar dia.
Konflik terjadi, lanjutnya, karena tim seleksi maupun calon KPU dari daerah-daerah ini terlibat dengan beberapa partai politik, sehingga harus diklarifikasi ulang atau diverifikasi ulang oleh KPU Papua.
Dari 29 kabupaten/di Papua, sebanyak 13 kabupaten sudah melakukan proses pemilihan KPU dan sudah dilantik. Sedangkan 13 kabupaten lainnya akan meyusul.
Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, untuk melakukan pemahaman tentang tata cara pemilu, dirinya akan melakukan Coffee Morning bersama setiap Kapolres di kabupaten/kota di Papua.
“Ya, saya rasa hal ini penting dan kita harus lakukan, pasalnya untuk mengamankan pilkada tahun 2014 itu tidak gampang dan kita harus melakukan pendalaman materi,” kata Kapolda.
Sedangkan di daerah yang berpotensi konflik, pihak Tito akan mengirim sejumlah anggotanya untuk melakukan pengawasan khusus.
Tinggalkan Komentar