INFO NABIRE
Home » Blog » Bupati Nabire Soroti Ketimpangan Pemerataan Guru, Minta ASN Tingkatkan Disiplin

Bupati Nabire Soroti Ketimpangan Pemerataan Guru, Minta ASN Tingkatkan Disiplin

(Bupati Nabire Soroti Ketimpangan Pemerataan Guru, Minta ASN Tingkatkan Disiplin)
(Bupati Nabire Soroti Ketimpangan Pemerataan Guru, Minta ASN Tingkatkan Disiplin)

Nabire, Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Ia menegaskan perlunya pemerataan aparatur sipil negara (ASN), khususnya guru dan tenaga kesehatan, sekaligus meningkatkan disiplin pegawai dan mengevaluasi perjalanan dinas pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Arahan tersebut disampaikan Mesak saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati Nabire, Senin (2/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memperbaiki kinerja, mengevaluasi program kerja, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai kebutuhan.

Menurut Mesak, pemerataan tenaga aparatur harus menjadi perhatian serius karena masih terdapat perbedaan jumlah guru antarsekolah. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani melalui kebijakan penempatan pegawai yang mempertimbangkan kebutuhan riil setiap wilayah.

Bupati Ungkap Perbedaan Jumlah Guru Antarsekolah

Mesak mencontohkan ketimpangan jumlah tenaga pendidik di beberapa sekolah di Kabupaten Nabire. Sekolah di wilayah Wanggar Pantai disebut hanya memiliki tiga guru, sedangkan SD Nabarua memiliki 39 guru.

Sementara itu, SMA Negeri Napan tercatat memiliki enam guru, berbanding dengan SMA Negeri 1 Nabire yang memiliki 79 guru.

Perbedaan jumlah tersebut menjadi salah satu gambaran persoalan distribusi tenaga pendidik yang disoroti pemerintah daerah. Namun, penentuan kebutuhan guru tetap perlu mempertimbangkan jumlah siswa, rombongan belajar, kondisi sekolah, dan karakteristik geografis masing-masing wilayah.

Selain persoalan jumlah tenaga pendidik, Mesak juga menyinggung kondisi sekolah di Rawaudo yang masih menggabungkan beberapa tingkat kelas dalam satu ruangan. Kelas I dan II belajar bersama, demikian pula kelas III dan IV serta kelas V dan VI.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap ketersediaan guru dan penyelenggaraan pembelajaran, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.

“Sekarang saya berkomitmen, kita kunjungi sekolah,” ujar Mesak dalam arahannya.

Ia menegaskan bahwa penempatan ASN seharusnya berorientasi pada kebutuhan pelayanan masyarakat, bukan semata-mata mengikuti keinginan pribadi pegawai.

Pemerataan Guru dan Tenaga Kesehatan Jadi Perhatian

Pemerintah Kabupaten Nabire berencana mendorong pemerataan ASN dengan memperhatikan kondisi geografis dan kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.

Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi dua bidang yang mendapat perhatian khusus. Ketersediaan tenaga profesional yang memadai dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar secara lebih merata.

Persoalan ini terutama menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pedalaman, yang menghadapi tantangan geografis berbeda dibandingkan masyarakat di pusat kota.

Pemerataan penempatan pegawai diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah tenaga yang tersedia, tetapi juga memastikan pelayanan berjalan secara konsisten. Penataan tersebut perlu didukung pemetaan kebutuhan tenaga, pengawasan kehadiran, serta evaluasi pelaksanaan tugas di setiap unit pelayanan.

Selain penataan penempatan, Mesak menyampaikan rencana menyiapkan bimbingan teknis dan pengembangan kompetensi bagi pegawai yang akan diarahkan ke jabatan fungsional.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan aparatur sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah.

Bupati Ingatkan Disiplin ASN Menjelang Akhir Tahun

Dalam apel yang sama, Mesak juga mengingatkan ASN agar meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026.

Ia meminta pimpinan OPD bersama staf mengevaluasi program kerja, memeriksa kegiatan yang telah dilaksanakan, serta menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda sesuai ketentuan.

Mesak menegaskan bahwa peningkatan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) harus sejalan dengan peningkatan kinerja dan kedisiplinan. Menurutnya, hak yang diterima ASN perlu diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab.

“Saya minta kepada seluruh ASN untuk menjaga disiplin, tepat waktu, mengikuti apel sesuai ketentuan, dan melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pegawai agar meninggalkan kebiasaan terlambat masuk kerja, menunda pekerjaan, serta mengabaikan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Perjalanan Dinas Pimpinan OPD Akan Dievaluasi

Selain disiplin kehadiran, Mesak menyoroti frekuensi perjalanan dinas sejumlah pimpinan OPD ke luar daerah. Ia menginginkan para kepala perangkat daerah lebih banyak turun langsung ke wilayah kerja untuk melihat kondisi pelayanan dan mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kunjungan lapangan diperlukan agar pemerintah daerah memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan pendidikan dan kesehatan.

Mesak juga menyampaikan rencana mengembalikan kewenangan penandatanganan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah. Ia berharap proses administrasi dan keuangan dapat berjalan berdasarkan disposisi serta dokumen perjalanan dinas yang telah ditandatangani.

Target Perbaikan Pelayanan pada 2027

Penataan distribusi ASN, peningkatan disiplin, dan evaluasi perjalanan dinas menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki pelayanan publik menjelang tahun 2027.

Pemerataan guru dan tenaga kesehatan diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan pelayanan antara wilayah perkotaan, pesisir, dan pedalaman Kabupaten Nabire.

Di sisi lain, evaluasi kinerja dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas ASN diperlukan agar program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan dan administrasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mesak berharap seluruh jajaran pemerintah daerah menjalankan tanggung jawab secara lebih serius sehingga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Nabire dapat meningkat pada tahun mendatang.

Pelaksanaan rencana pemerataan ASN, kunjungan ke sekolah, pengembangan kompetensi pegawai, dan evaluasi perjalanan dinas selanjutnya menjadi hal penting untuk diperhatikan dalam menilai tindak lanjut arahan tersebut.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.