Pangdam XVII CenÂderawasih, Mayjen TNI Christian Zebua mengajak elit-elit Papua untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, jangan mengeluarkan statemen-statemen yang membuat masyarakat jadi bingung.
“Mari kita bersatu deÂngan rakyat, membantu memberikan kenyamanan, jangan sakiti mereka (masyarakat,red) sehingga mereka bebas untuk merubah suatu kehidupan kepada kehidupan yang lebih baik,”Âť kata Pangdam yang ditemui wartawan usai kegiatan safari Ramadan di Batalyon 752/VYS Sorong, kemarin (2/8).
Pangdam mengingatkan, jika ada elit-elit Papua yang berbeda paham, silahkan saja asalkan jangan mengganggu atau memprovokasi rakyat. “Jika mereka (Elit-elit yang berbeda paham,red) lakukan sesuatu di luar aturan, saya akan tindak tegas bersama polisi. Kalau ngomong masih dalam koridor hukum dan sesuai aturan, ya silahkan,”Âť tegasnya.
Pangdam juga menghimbau para elit politik untuk bersatu merapatkan barisan, membangun kesejahteraan masyarakat di Papua. “Kita hindarilah (mengeluarkan) statemen-statemen yang membuat masyarakat menjadi bingung, terganggu, apalagi stakmen yang disampaikan itu untuk mengajak masyarakat untuk berbenturan dengan aparat penegak hokum baik polisi maupun TNI,”Âť harapnya.
Mengenai masih adanya kelompok-kelompok bersenjata yang seringkali mengganggu keamanan, hingga tak sedikit yang menjadi korbannya, Pangdam mengatakan tidak masalah karena prajurit TNI sangat professional dan siap sedia menghadapinya. “Kalau kelompok bersenjata bagi saya tidak masalah, karena prajurit saya adalah prajurit professional. Dia bersenjata dan mengganggu rakyat, saya tumpas. Kalau dia mau ke hutan, bergerilya di hutan, ya di hutan saja, jangan ganggu rakyat” tegasnya. Sekali lagi ditegaskannya, keberadaan kelompok sipil bersenjata, baginya tidak terlalu masalah untuk ditindak. “Kami adalah tentara professional. Kalau mereka yang bergerilya itu kita sudah tahu kelompok mereka ada dimana, jumlahnya berapa, kami sudah miliki data itu,”Âť jelasnya.
Yang terpenting dan menjadi tugas berat TNI lanjut Pangdam, adalah bagaimana membuat masyarakat merasa aman, dilindungi, tidak diganggu, tidak membuat mereka menjadi korban. “Tugas kita adalah membuat masyarakat Indonesia menjadi merdeka dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, meningkatkan derajat kesehatan dan lain sebagainnya,” imbuhnya.
Safari Ramadan Pangdam XVII Cenderawasih di Sorong ini merupakan yang terakhir setelah sebelumnya melakukan kegiatan yang sama di Jayapura, Keerom, Merauke, Nabire, Kaimana, Bintuni dan Timika, yang dimaksudkan untuk melihat dari dekat prajurit-prajuritnya terutama bagi yang muslim dalam menjalangkan kewajiban-kewajiban sebagai umat muslim yang dapat menjalankan ibadahnnya dengan baik.
Tinggalkan Komentar