Sejak senin pagi tadi (22/06), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire mulai melakukan verifikasi administrasi terhadap dukungan kepada pasangan independen calon Bupati & Wakil Bupati Nabire, ke tingkat PPD dan PPS.
Menurut Sekretaris KPU Nabire, Michael Mote SH, dari ke 15 Distrik tersebut, akan dibagi dalam 4 wilayah. Untuk Distrik Nabire, Nabire Barat, Teluk Kimi akan dipusatkan di Distrik Nabire. Untuk Distrik Wapoga, Moora, Napan dan Makimi akan dipusatkan di Makimi. Untuk Distrik Dipa, Menou, Siriwo dan Uwapa akan dipusatkan di Uwapa. Dan untuk Distrik Teluk Umar, Yaur, Yaro dan Wanggar akan dipusatkan di Yaro.
“Tim sudah kita bagi untuk besok kita turun ke empat titik sasaran. Selain menurunkan berkas dukungan, kita juga akan melakukan bimbingan teknis (Bimtek) kepada petugas PPD dan PPS terkait cara kerja verifikasi,” tutur Michael Mote.
Selain itu, berdasarkan hasil verifikasi administrasi terhadap para calon independen Bupati & Wakil Bupati Nabire yang telah dicek oleh Tim Verifikator KPU Nabire, didapati adanya dukungan ganda di masing-masing pasangan calon perseorangan. Dukungan ganda yang ditemukan di masing-masing pasangan calon jumlahnya bervariasi, ada yang berjumlah ratusan bahkan ada yang mencapai ribuan dukungan ganda.
Selain itu, ada juga ditemukan dukungan dari warga yang berprofesi sebagai PNS dan TNI/Polri. Dukungan dari warga yang berprofesi PNS dan TNI/Polri untuk selanjutnya akan diverifikasi secara faktual di tingkat bawah.
Jika terbukti, dukungan dari profesi ini akan terancam untuk dicoret dari data dukungan. Karena calon perseorangan tidak diperkenankan menjadikan KTP aparat TNI/Polri, PNS apalagi penyelenggara pemilu, seperti PPK, PPS, KPPS, pegawai kesekretariatan penyelenggaran pemilu maupun pengawas pemilihan sebagai bukti dukungan untuk mendaftar.
Tinggalkan Komentar