News & Info
Home » Blog » Bantuan Perumahan Bagi Warga Komunitas Adat Terpencil Di Manokwari

Bantuan Perumahan Bagi Warga Komunitas Adat Terpencil Di Manokwari

Dalam rangka pengadaan rumah layak huni bagi masyarakat di wilayah terpencil, Kementerian Sosial telah mengalokasikan dana bantuan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat warga Komunitas Adat Terpencil (KAT). Tahun 2013 terdapat alokasi dana untuk pembangunan rumah tersebut untuk 2 (dua) Kampung di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, yaitu Kampung Yamboi Distrik Ransiki sebanyak 30 rumah dengan nilai sebesar Rp. 2.100.000.000,- dan Kampung Sakumi Distrik Anggigida sebanyak 29 unit sebesar Rp. 2.030.000.000,- atau Rp. 70.000.000,- per rumah. 

Dalam rangka pengendalian dan evaluasi, UP4B didampingi staf dari Kementerian Sosial, staf Dinas Sosial Kabupaten Manokwari dan staf Bappeda Kabupaten Manokwari Rabu 19/6, melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan rumah tersebut.

 

Perjalanan menuju Kampung Yamboi Distrik Ransiki dapat ditempuh melalui jalan darat meski harus melewati sungai yang cukup besar dan jalan yang sangat memprihatinkan. Pada saat musim hujan, akses menuju lokasi tidak dapat dilalui karena arus sungai yang sangat deras. Belum adanya jembatan yang menghubungkan kampung tersebut membuat kampung ini menjadi terisolasi dengan dunia luar pada saat banjir datang. Rute menuju kampung Yamboi ini sering kali berubah mengikuti aliran sungai berhubung aliran sungai sering sekali berubah seiring dengan derasnya aliran sungai pada musim hujan. Untuk mencapai lokasi, kendaraan harus keluar masuk sungai sebanyak 3 kali.

Setelah melewati arus sungai yang cukup deras, perjalanan dilanjutkan dengan melewati jalan diantara tumbuhan liar dengan kondisi jalan berlumpur dan sebagian masih jalan batu.

Sesampainya di lokasi, tim disambut dengan tarian adat oleh warga setempat dengan pengalungan noken yang berisi surat permohonan.

Dalam kesempatan itu kepala kampung Yamboi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat. Beliau meminta agar tidak hanya diberikan 30 unit rumah, namun dapat diberikan bantuan sebanyak 60 unit rumah lagi bagi warga yang belum menerima bantuan perumahan. Terdapat sekitar 250 warga yang bermukim di Kampung Yamboi dan sebagian lagi masih berada di hutan-hutan sekitar.

Selain itu kepada tim UP4B dan Kementerian Sosial, warga masyarakat menyerahkan surat permohonan agar UP4B dapat mendorong kementerian terkait untuk melakukan pembangunan di Kampung Yamboi ini. Permohonan itu diantaranya: pembangunan akses jalan, kesehatan, sekolah  tingkat SMP dan listrik. Dalam sambutannya staf Kementerian sosial mengatakan agar bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

Sementara itu Asisten UP4B Nasri mengatakan, UP4B akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan pihak-pihak terkait dalam rangka percepatan pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat terutama dalam rangka mewujudkan 5 (lima) prioritas P4B. Setelah selesai acara sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan meninjau lokasi pembangunan rumah warga Komunitas Adat Terpencil (KAT). Di lokasi terlihat bangunan perumahan yang sedang dikerjakan. Kondisi pengerjaan phisik sampai saat ini sudah mencapai 40%. Diharapkan pada tahun ini juga rumah tersebut sudah dapat ditempati oleh warga.

Sama halnya dengan kampung Yamboi, tim juga disambut dengan tarian adat oleh warga setempat dengan pengalungan noken dan kalung manik-manik yang juga berisi surat permohonan. Dalam kesempatan itu juga kepala kampung Sakumi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat. Beliau meminta agar  tidak hanya diberikan 29 unit rumah, namun dapat diberikan bantuan sebanyak 60 unit rumah lagi bagi warga yang belum menerima bantuan perumahan. Seluruhnya terdapat sekitar 224 warga yang bermukim di kampung Sakumi ini.

Menurut Marten, staf Dinas Sosial Provinsi Papua Barat, pembangunan rumah di kedua Kampung ini akan rampung pada bulan Agustus 2013. Peninjauan ini dilakukan oleh UP4B dan Kementerian Sosial dalam rangka pengendalian dan evaluasi untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pekerjaan yang telah dianggarkan pada APBN tahun 2013.

Selain mengalokasikan bantuan rumah, Kementerian Sosial juga menganggarkan bantuan lain seperti: bantuan peralatan rumah tangga dan bantuan peralatan kerja bagi warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di kedua kampung tersebut sesuai dengan kepala keluarga penerima bantuan rumah tersebut. Dalam kesempatan terakhir kepala kampung di kedua desa tersebut meminta agar tim yang berkunjung tidak hanya sekedar melihat-lihat saja, tetapi ada reaksi terhadap persoalan yang dihadapi oleh warga masyarakat di wilayah itu.

(Sumber : UP4B.go.id)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.