Bagasi Berbayar Dikhawatirkan Berdampak Pada Penurunan Kunjungan Wisatawan Serta Kegiatan Ekonomi Masyarakat Di Papua
Jayapura – Kebijakan maskapai penerbangan dengan memberlakukan bagasi berbayar dinilai dapat berdampak negatif bagi kegiatan ekonomi masyarakat serta penurunan jumlah kunjungan wisatawan khususnya di Papua.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Simon Sapary, Kamis (07/02)..
Dijelaskan Simon, memang belum ada data pasti dampak negatifnya, namun hal tersebut dinilai dari menurunnya jumlah penumpang yang datang dan pergi di Bandara Sentani Jayapura.
Lebih lanjut kata Simon, jika hal ini terus menerus terjadi maka dikhawatirkan akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke Papua serta Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM).
Dengan harga bagasi yang berbayar, ditambah harga tiket ke Papua yang memang sudah mahal, akan membuat wisatawan berpikir dua kali berkunjung ke Provinsi Papua.
“Orang di Jakarta bisa berpikir dua kali sebab biaya ke Papua lebih mahal ketimbang ke Malaysia, Thailand atau Singapura. Belum lagi seorang penumpang hanya dikenakan jatah tujuh kilogram tas ukuran sedang atau kecil. Sehingga bila kelebihan sekilo langsung diminta membayar kelebihannya”, kata Simon, seperti dilansir Nabire.Net dari situs pemprov Papua.
BPS Papua akan melakukan pengukuran seberapa besar dampak daripemberlakukan bagasi berbayar tersebut, dan hal ini akan dikoordinasikan segera dengan pemerintah daerah serta pihak terkait dalam hal ini maskapai penerbangan.
[Nabire.Net]



Leave a Reply