INFO PAPUA
Home » Blog » Asrama Mahasiswa Papua Di Surabaya Kembali Tegang

Asrama Mahasiswa Papua Di Surabaya Kembali Tegang

(Dok.Beritajatim)

Surabaya – Asrama Mahasiswa Kalasan Papua, yang berada di jalan Pemuda Surabaya, malam ini (02/12) kembali tegang, perihal penolakan mahasiswa Papua untuk dievakuasi. Selain itu, massa ormas juga nampak mengepung Asrama Mahasiswa Papua tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan terjun mendatangi massa ormas yang mengepung asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. Mahasiswa Papua diberi waktu 1 jam untuk mengemasi barang-barangnya.

Seperti dilansir dari Beritajatim,  Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan masih berupaya membujuk agar seluruh mahasiswa yang tak berdomisili di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan untuk pulang.

“Kita semua bersaudara, kami jamin keselamatan kalian. Kami mohon agar mau beranjak,” kata Kombes Rudi.

Mahasiswa Papua yang berada di Asrama Kalasan Surabaya dan tidak kuliah di Surabaya diminta pihak kepolisian untuk kembali ke kota asalnya, dan mereka akan dievakuasi dengan aman menuju Terminal oleh kepolisian.

Sebelumnya, langkah evakuasi ini diambil pihak Kepolisian akibat sejak sore di depan Asrama Mahasiswa Papua ratusan massa ormas gabungan berusaha merangsek masuk ke area asrama.

Ketegangan keduanya dipicu orasi Papua Merdeka yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua pada Hari Sabtu (1/2/2018) kemarin.

Sampai berita ini ditulis, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan masih berupaya membujuk agar seluruh mahasiswa yang tak berdomisili di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan untuk pulang.

“Kita semua bersaudara, kami jamin keselamatan kalian. Kami mohon agar mau beranjak,” kata Kombes Rudi.

Sementara itu, dilansir dari Detikcom, persoalan ini terjadi karena Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya menggelar aksi pada hari sabtu (01/12), menuntut Papua Merdeka.

Sebanyak 233 mahasiswa dan warga Papua dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Mereka dijemput dari asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, untuk diperiksa, Minggu (2/12) pukul 01.30 WIB.

Hal ini dilakukan polisi pasca aksi Aliansi Mahasiswa Papua di Surabaya, di Jalan Pemuda, Sabtu (1/12). Mereka diperiksa lebih lanjut terkait aksi menuntut ‘Papua Merdeka’.

Pemindahan mahasiswa ke Mapolrestabes Surabaya tujuannya untuk mengamankan mereka, karena menurut laporan, ada beberapa yang mengganggu ketertiban umum.

Namun 233 mahasiswa Papua itu telah dilepas setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 18 jam, di Mapolrestabes Surabaya. Dari 233 mahasiswa sebanyak kurang lebih 150 telah dievakuasi menuju Malang dan Terminal Bungurasih.

Ratusan mahasiswa Papua di Surabaya merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat di Jalan Pemuda, Sabtu (1/12). Dalam orasinya, mereka menuntut agar rakyat Papua diberi kehendak bebas untuk menentukan nasibnya. Para mahasiswa ini juga sempat membawa atribut Bintang Kejora saat melakukan aksi.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.