Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire, Rabu lalu (16/10) menggelar aksi demo damai di Taman Bunga Oyehe Nabire (Eks Kantor DPRD Nabire). Aksi demo digelar dalam rangka HUT IPWP ke-5 tahun serta sosialisasi hasil sidang PBB tanggal 28 September 2013.
Aksi demo dimulai sekitar pukul 08.30 WIT. Puluhan massa memadati lokasi aksi yang dikoordinir Zadrak Kudiai, Ketua KNPB Wilayah Nabire, penanggung jawab aksi Akulian Mote, Ketua PRD Wilayah Nabire.
Saat menggelar aksi, massa juga terlihat membawa sejumlah spanduk dan pamflet. Tiga spanduk yang dipajang masing-masing bertuliskan, “Mendesak PBB segera memperbaiki kesalahan sebelumnya yaitu act of free choice Pepera 1969 yang penuh cacat hukum dan moral,” “Mendesak kepada MSG untuk menindaklanjuti keputusan MSG pada tanggal 20 Juli 2013 lalu,” “PBB, AS, Belanda dan Indonesia segera meninjau kembali perjanjian New York Agreement yang pernah menandatangani pemerintah Indonesia dan Belanda pada pasal 18 tentang penentuan nasib sendiri.”
Sementara sekitar 6 buah pamflet masing-masing bertuliskan, “Mohon turun tim pemantau PBB di west Papua,” “United Nation look human right West Papua,” “Freedom West Papua yess,” “Hak bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri,” “PBB harus menyelidiki HAM Papua Barat,” “No Otsus dan UP4B.”
Sebelum berkumpul di lokasi aksi, titik kumpul massa ada 2 lokasi, di depan Pasar Karang Tumaritis dan depan RSUD Siriwini. Dari kedua lokasi titik kumpul tersebut, selanjutnya massa berjalan kaki menuju Taman Bunga Oyehe Nabire sebagai lokasi aksi demo.
Aksi demo damai diisi dengan orasi dari sejumlah orator, diantaranya, Zadrak Kudiai Ketua KNPB Wilayah Nabire, Meki Kadepa, Habel Nawipa, Agus Tebai, Yafet Keiya, Aleks Pigai. Dalam orasinya, Zadrak Kudiai menyerukan untuk bersatu menentukan penentuan nasib sendiri. Selain itu, dirinya juga menyerukan perlawanan terhadap penindasan yang dilakukan oleh NKRI.
Orator lainya menyampaikan adanya dukungan dari Perdana Menteri Vanuatu dalam sidang PBB. Orator Meki juga menghimbau kepada masyarakat Papua untuk kembali ke idealisme yang sebenarnya.
Aksi demo damai berakhir sekitar pukul 10.30 WIT, dengan situasi aman terkendali. Sebelum meninggalkan lokasi demo, massa terlihat melakukan tarian waita.
Saat aksi, terlihat aparat keamanan dari kepolisian dan dari TNI mengamankan jalanya aksi. Petinggi aparat keamanan, Kapolres Nabire dan Dandim 1705/PN, terlihat berada di sekitar lokasi aksi.
Tinggalkan Komentar