Ibadah Minggu Pagi, 5 September 2021 di Gereja Kingmi Jemaat Efata Dabaa Dogiyai

Nabire, Bertempat di Gereja GKIP Jemaat Efata Dabaa, Klasis Kamuu Timur Kordinator Dogiyai. Minggu (5/9/21), telah dilaksanakan ibadah minggu pagi dengan keadaan tertib.
Hadir dalam ibadah ini, Pdt. Alpius Degei S.Th, pdt.Yonatan Pigai,S.MTh dan Gembala Gerson Pigai,S.Pak bahkan badan pengurus Jemaat, maupun seluruh umat Jemaat Efata dabaa berjumlah 165 anggota jemaat.
Acara dipimpin oleh Ketua badan pengurus Jemaat Efata dabaa Ayub Dumupa.Maka diawali dengan nyanyian pembukaan.
Usai nyanyian pembukaan, acara dilanjutkan doa pembukaan oleh Pdt Alpius Degei S.Th. Selesai doa pembukaan, langsung masuk dalam pembacaan pokok teks dalam Efesus 4:17-24
Khotbah disampaikan oleh Gembala.Gerson Pigai,S.Pak dengan menggunakan Tema umum: Kita harus tinggalkan manusia lama atau tinggalkan hal-hal yang bersifat berdosa.
Bagian pertama, ia sebutkan dalam kitab teks Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci:Â Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.
Yesus menunjuk kepada “Alkitab” karena itulah Firman Bapa-Nya dan dengan demikian merupakan kekuasaan tertinggi untuk kehidupan dan ajaran-Nya. Alkitab juga merupakan kekuasaan tertinggi bagi orang Kristen karena Allah sendiri yang berhak menentukan standar-standar kelakuan kita. Dia telah memilih untuk melaksanakan kekuasaan ini dengan memberitahukan kebenaran-Nya dalam Alkitab. Alkitab, selaku penyataan Allah, memiliki kekuasaan yang sama seolah-olah Allah sendiri yang berbicara kepada kita secara langsung.
“Apabila karunia Roh diberikan kepada orang percaya, maka mereka akan mengalami hidup-Nya yang melimpah. Kemudian “air hidup” ini akan “mengalir” keluar kepada orang lain dengan pesan kesembuhan Yesus Kristus. (Galatia 5:19-21;Yeremia2; 27;Yohanes 7:17;Yes 9:18,”Ungkapnya dalam penutupan bagian pertama. saat sedang berkhotbah di Gereja GKIP Jemaat Efata dabaa Klasis Kamuu Timur pada hari Minggu 5/9/2021.
Bagian kedua, harus menjadi manusia baru atau dibuahkan buah-buah Roh.
Penjelasan bagian kedua, adalah bahwa Perihal kesaksiannya: Ia datang untuk memberi kesaksian tentang terang itu. Terang adalah sesuatu yang memberikan kesaksian tentang dirinya sendiri, yang membawa bukti keberadaannya bersama dirinya sendiri. Akan tetapi, bagi orang-orang yang menutup mata terhadap terang itu, haruslah ada orang lain yang memberikan kesaksian tentang terang itu kepada mereka. Terang Kristus tidak membutuhkan kesaksian manusia, tetapi kegelapan dunia membutuhkannya.
Lanjut bagian kedua,Tujuan kesaksiannya: Supaya oleh dia semua orang menjadi percaya, bukan percaya kepadanya melainkan percaya kepada Kristus, yang jalan-Nya harus dipersiapkan olehnya dalam tugas perutusannya.
Ia mengajarkan orang-orang untuk memandang melalui dia, melewati dia, untuk kemudian datang kepada Kristus, melewati ajaran pertobatan dari dosa menuju ajaran iman di dalam Kristus. Ia mempersiapkan orang-orang untuk menerima dan menyambut Kristus serta Injil-Nya, dengan menyadarkan mereka agar mereka memandang dan merasakan betapa jahatnya dosa, dan supaya, ketika mata mereka sudah terbuka, mereka bisa menyambut pancaran-pancaran cahaya ilahi yang, di dalam pribadi dan ajaran Sang Mesias, siap menyinari wajah mereka. Jika saja mereka mau menerima kesaksian manusia ini, mereka pasti akan segera mendapati bahwa kesaksian Allah sungguh jauh lebih besar,” tutupnya dalam khotbah Gembala pigai yang pernah bertugas di jemaat pengharapan Ekepai Klasis Kamuu Timur Kordinator Dogiyai.
Ibadah ditutup dengan nyanyikan bahasa mee dan diakhiri dengan doa penutup disampaikan oleh Pdt. Yonatan Pigai,S.MTh.
Akhirnya kami segenap Gembala Sidang, badan pengurus,prakarya,para intelektual, dan seluruh umat jemaat efata dabaa Klasis Kamuu Timur Kordinator Dogiyai mengucapkan selamat merayakan hari raya ini.semoga kita diberkati dengan Firman Tuhan yang kita sudah terima dan akan terima saat beribadah.
[Nabire,Net/Martinus Komoupai Dumupa]






Tinggalkan Komentar