INFO PAPUA
Home » Blog » Cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi Paniai, Bukti Perempuan Asli Papua Juga Bisa Bersaing

Cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi Paniai, Bukti Perempuan Asli Papua Juga Bisa Bersaing

Paniai, Cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi Paniai, baru saja ditahbiskan dan dilaunching bulan Maret 2021 lalu. Cafe ini ternyata dimiliki oleh seorang perempuan asli Papua, bernama Theodora Magai. Cafe Nggabu ini memiliki motto “Gagal Bukan Ukuran, Namun Mencoba Dulu.”

Diceritakan Theodora, selama ini orang Papua dianggap tidak bisa bersaing dalam usaha maupun bisnis dengan pendatang, apalagi bagi perempuan asli Papua.

Namun Theodora ingin mematahkan mitos itu. Dikatakan, Manusia hidup didasarkan pada usaha dan kerja keras, dengan kemauan dan kerja keras maka pasti ada jalan keluar untuk meningkatkan pendapatan ekonomi.

Theodora juga mengajak generasi muda Papua agar jangan bergantung dan berharap kepada penerimaan PNS maupun ikut politik praktis, tetapi anak muda Papua harus bisa bersaing dalam dunia usaha, khususnya di kabupaten Paniai.

“Dengan kondisi daerah pedalaman Papua yang minim akses internet, terlebih khusus di Paniai, kami coba hadirkan cafe ini yang dilengkapi dengan Wifi, guna memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mentgakses internet, maupun bersantai dan menikmati menu makanan dan minuman di cafe,” katanya.

Cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi, didirikan dengan surat Ijin Pemerintah No Registrasi : 973/ 000551 /BAPENDA/2021

Cafe Nggabu Wissel Meren enagotadi juga memiliki Visi dan Misi dan tujuan yang jelas. Visinya yaitu memberi manfaat bagi banyak orang, sedangkan visinya yaitu manusia wajib bekerja dan berusaha untuk bersaing di dunia kewirausahaan.

Tujuan didirikannya cafe Nggabu Wissel yakni menegaskan bahwa orang asli Papua juga bisa bersaing dalam pengembangan bidang usaha.

Cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi dilaunching 11 Maret 2021 melalui Ibadah Syukuran yang dipimpin oleh Pastor Herman Betu Pr Pastor Paroki Salib Suci Madi.

Cafe Nggabu Wissel Meren berlokasi di jantung kota Enarotali Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai Papua, di samping Kantor Keuangan Kabupaten Paniai, depan Gereja GKI, sampai Pasar Enarotali.

Cafe Nggabu Wissel Meren juga menyediakan aneka minuman kopi lokal seperti kopi paniai, moanemani, dan merk kopi yang sudah terkenal lainnya. Ada juga juice dan lain sebagainya.

Sebanyak empat orang karyawan dipercaya untuk melayani para pengunjung Cafe Nggabu ini.  Dalam waktu dekat ia sedang merencanakan untuk memberi pelatihan bagi karyawannya yakni dalam meracik kopi paniai dan akan mendatangkan racikan kopi di Paniai untuk sekaligus megelola kopi Paniai.

Selanjutnya ia juga berpesan kepada para Petani kopi bahwa Cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi siap membeli biji kopi lokal di Paniai untuk dikelola.

Theodora Magai juga mengatakan, Cafe Nggabu juga sering berbagi makanan dan minuman dengan orang-orang yang kurang mampu dan yang membutuhkan bantuan.

Sementara itu, Yus Yogi selaku Kepala Kampung Dupia Enarotali mengapresiasi kehadiran Cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi.

Kehadiran cafe ini kata Yus, sangat membantu warga yang ingin mengurus urusannya secara online. Ini supaya semua warga paniai bisa akses Internet dan mudah selesai secara online.

Salah satu Toko Pemuda Paniai, Amandus Tatogo memberikan apresiasi yang sama untuk Cafe Nggabu Wissel Meren enagotadi milik orang Papua di Paniai. Sebab selama ini kami orang Papua merasakan tidak mampu bersaing dalam dunia usaha, namun kenyataannya di Paniai telah membuka usaha cafe Nggabu Wissel Meren enagotadi di Paniai oleh seorang putri daerah Paniai Theodora Magai, sehingga melalui Cafe ini kami telah selesai banyak berurusan di luar daerah yang bisa akses melalui online.

Lanjut Tatogo kami bangga atas hadirnya cafe Nggabu Wissel Meren Enagotadi di Paniai oleh seorang anak Asli Paniai dan dia seorang latar belakang pengurangan namun ia juga mengajak kita untuk membuka usaha seperti yang telah buka ini, sesuai dengan kekuatan kemampuan modal usaha kita dan dia mengajak kita bisa buka usaha kecil dan menengah sepertinya mulai dari penjualan Es – Esan sampai pada Usaha besar, sebab Usaha itu kami orang Papua juga bisa, untuk mengurangi penampungan Pengangguran di Papua terutama Paniai.

[Nabire.Net/Jhon Iyowogi Nawipa]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.