Pasangan Frans-Bro Usung Jargon “Nabire Bangkit Pro Perubahan”

Nabire – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire nomor urut tiga, Fransiskus Xaverius Mote dan Tabroni Bin Cahya, terus tancap gas usai KPU Kabupaten Nabire menetapkan mereka sebagai peserta Pilkada Nabire 2020.
Kini pasalon yang dijuluki sebagai Frans-Bro dengan jargon Nabire Bangkit Pro Perubahan, tengah disibukan kegiatan politik yang menyita tenaga dan waktu.
Calon Bupati FX Mote, saat berbincang dengan sejumlah awak media di Rumah Makan Hotel Anggrek, Kamis (01/10), mengatakan, ia maju sebagai calon Bupati Nabire karena ingin melihat Nabire bangkit, mandiri dan sejahtera.
“Visi kami berdua adalah terciptanya Nabire yang bangkit, mandiri, sejahtera dan berkeadilan, berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata FX Mote.
Dijelaskan Frans, untuk mewujudkan visi, tentu ada misi dan dikemas dalam lima misi yakni terciptanya stabilitas daerah yang kondusif, peningkatan iman dan ketaqwaan, peningkatan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan yang prima, pemberdayaan ekonomi rakyat dan tersedianya infrastruktur dasar yang memadai.
“Intanya misi kami adalah menciptakan masyarakat Nabire yang beriman, pintar, sehat dan kenyang, didukung oleh stabilitas kemananan yang tetap kondusif dan sarana prasarana yang memadai,”katanya.
Frans menamai kelima misi tersebut sebagai lima panca tunggal program. Artinya satu di dalam lima, lima di dalam satu. Tidak dipisahkan antara satu sama lain.
Dalam implementasinya, kelima panca tunggal program dibagi dalam tiga zona yakni terisolir, terluar dan terdepan. Tentu tiga zona ini berbeda-beda pula dalam sentuhan pemerintah dalam memberikan pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan.
“Dilihat dari letak geografis dan permasalahan pembangunan yang ada di Nabire, jelas tidak bisa sama ratakan dalam melihat, memikirkan dan dalam memberikan pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan. Perlu dipisahkan melalui tiga zona tadi agar kebijakan pemerintah dalam pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan itu terlaksana dengan esensi keadilan,” ujarnya.
Menurut Frans, hanya melalui esensi pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan yang berkeadilan melalui tiga zona akan mengeliminir bahkan akan terjawab persoalan pembangunan di Nabire. Disitu masyarakat itu akan merasakan sebuah kebangkitan, kemandirian dan kesejahteraan, maka otomatis perubahan itu benar-benar terwujud.
“iya jadi mengapa dalam konsentelasi pilkada ini kami mempunyai sebuah jargon ‘Nabire Bangkit Pro Perubahan, rangkumannya yang saya kemukakan sebelumnya tadi,” kata Frans.
Frans juga mengaku sudah menyiapkan program pendukung, yakni Kartu Nasekten. Dalam satu kartu, ada sejumlah variabel seperti kartu Nabire Pintar, Nabire Sehat, Nabire Kenyang dan lain sebagainya.
Selain itu Frans menawarkan kepada ASN yang akan membantu pemerintahannya jika kelak terpilih, maka memperhatikan kesejahteraan ASN dari sisi kehadiran (ULP) dan beban kerja (Kinerja).
“Tentu kesejahteraan ASN pun akan disesuaikan dengan tiga zona pelayanan, terisolir, terluar dan terdepan, dan kami sudah hitung itu. ASN yang akan bertugas di daerah terisolir sebesar 200 ribu per bulan dan di daerah terdepan sebesar 100 ribu per bulan, rincinya.
Bahkan Frans mangatakan, ia bersama wakilnya akan meningkatkan upah atau gaji pengawai honorer minimal 350 ribu s/d 370 ribu per bulan.
Soal program yang ditawarkan, Frans mengaku banyak bukti yang dilakukannya saat dirinya malang melintang di dunia birokrasi pemerintahan, terutama ketika Ia menjabat sebagai Pj Bupati di sejumlah daerah seperti di Waropen, Intan Jaya dan Deiyai.
“Waktunya kita bicara bukti, bukan janji. Karena ada bukti maka ketika saya dan wakil terpilih, maka kami dua akan buat di Nabire demi perubahan,”imbuhnya optimis.
Ia berkomitmen juga untuk menurunkan angka kemiskinan serta mengangkat potensi yang hingga kini masih terpendam dan belum tersentu hingga saat ini menjadi salah satu fokus untuk lima tahun mendatang.
“Kami berharap Nabire benar-benar menjadi kota tujuan, intinya itu dan cukup dulu ya, nantinya akan kami jelaskan secara gamblang masing-masing variabel,” tutur Frans.
[Nabire.Net/Daniel Hagimuni]





Tinggalkan Komentar