Jemaat Zaitun Klasis Jayapura Gelar Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Kamis 10 Mei 2018
Bertempat di Kantor Sinode Kingmi Tanah Papua, Lantai 3 Jemaat Zaitun, Klasis Jayapura, telah dilaksanakan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, kamis 10 Mei 2018.
Ibadah dipimpin oleh pelayan firman, Pdt. Jeck Norotouw dengan tema khotbah tentang empat prinsip bagi umat yang percaya.
Dijelaska Pdt. Jeck Norotouw, keempat prinsip tersebut adalah :
-
Keuntungan Memiliki Kristus
-
Kepastian Memiliki Jalan Hidup Yang Kekal (Yoh. 14:6)
-
Kepastian Menghadap Tahta Allah
-
Kepastian Memiliki Tempat di Surga
Dikatakan, sesuai pembacaan firman dari kitab Korintus 14:1-2 sudah jelas bahwa hidup orang percaya tidak sia-sia. Kepastian hidup kita dihadapan Tuhan yaitu tentang Tuhan Yesus mati untuk kita dan Yesus disalibkan untuk kita umat manusia. Jika dibandingkan dengan kisah kelahiran Yesus atau kematian Yesus dalam Injil, cerita mengenai kenaikan Yesus ke surga sangat singkat. Bahkan dalam liturgi gereja, Perayaan Kenaikan Yesus ke Surga tidak dirayakan sebesar perayaan Natal atau Paskah.
Kisah kenaikan Yesus ke surga selalu ditempatkan pada bagian akhir Injil. Jika Injil dimaksudkan sebagai refleksi hidup Yesus atau ada sebagian orang yang menempatkan semacam biografi Yesus, peristiwa kenaikan Yesus ke surga merupakan rangkaian penutup karya Yesus di bumi.
Lebih lanjut Pdt. Jeck menegaskan, bahwa makna kisah kenaikan Yesus ke surga merupakan ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya. Yesus rela menempatkan diri sebagai utusan. Seorang utusan tidak lebih besar dari yang mengutus-Nya. Berguru kepada Yesus, orientasi hidup tidak berubah sekalipun mendapat banyak godaan dan tantangan. Yesus bahkan setia sampai mati di kayu salib. Meneladani Yesus berarti mau berbagi kepada sesama dan orang lain. Apa yang dicari rakyat adalah kesejahteraan, kedamaian dan ketenangan lahir dan batin. Ada saatnya untuk tidak hanya mencari, memeras, namun harus mulai dengan berbagi. Tidak mungkin kita menjadi orang yang berani berbagi kalau kita bukan pendoa yang baik.
Momentum kenaikan Yesus ke surga dengan sendirinya relevan dalam konteks kita sekarang ini. Yesus naik ke surga adalah pelopor untuk bersatu dengan Bapa. Kita berdoa agar diberi kerelaan mau berkorban membangun bangsa dan mengesampingkan kekuasaan, jabatan apalagi memperkaya diri. Tentu yang amanah, memiliki komitmen yang kuat untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia 6K, Andeni Doo, mengatakan, ibadah diikuti oleh 160 orang jemaat, untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus.
Andeni Doo menjelaskan, bahwa arti dari 6K yaitu Kelahiran Yesus Kristus, Kematian Yesus Kristus, Kebangkitan Yesus Kristus, Keturunan Roh Kudus dan Kedatangan Yesus Kristus untuk yang kedua kalinya.
Pelaksanaan 6K ini sudah dilakukan selama setahun melalui perayaan rohani maupun jasmani, seperti makan bersama jemaat dan jamuan kasih.
“Melalui perayaan kenaikan Tuhan Yesus ini, mereka telah memuji Tuhan dengan cara Pujian berbahasa daerah yakni wane, dan lagu Bahasa Indonesia tiga kelompok diantarannya kelompak Perkawan, Kelompok Pekarya, Kelompok anak anak sekolah minggu dan remaja dengan amat baik”, terang Andeni.
[Nabire.Net/Yulianus.Nawipa]






Tinggalkan Komentar