INFO PAPUA
Home » Blog » Sudah 4 Jenazah Penumpang Trigana Air Yang Diterbangkan Ke Jayapura, Evakuasi Lanjutan Korban Trigana Air Akan Dilanjutkan Kamis

Sudah 4 Jenazah Penumpang Trigana Air Yang Diterbangkan Ke Jayapura, Evakuasi Lanjutan Korban Trigana Air Akan Dilanjutkan Kamis

2

(Peti Jenazah 4 korban pesawat Trigana Air yang sudah dievakuasi ke Jayapura Papua)

Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Trigana Air di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, telah memasuki tahap pengangkutan jenazah dari lokasi kecelakaan. Jenazah-jenazah tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Kepolisian Jayapura untuk proses identifikasi.

Deputi Bidang Operasional Badan SAR Nasional Heronimus Guru mengatakan, pada pukul 16.30 WIT, Kepala Basarnas dan rombongan telah kembali ke Jayapura dari Oksibil. “Mereka membawa empat kantong jenazah dan sudah diserahkan ke Rumah Sakit Kepolisian Jayapura,” kata Heronimus di kantor pusat Basarnas, Rabu, 19 Agustus 2015.

Empat jenazah itu akan mulai diidentifikasi esok hari. Adapun 27 jenazah lainnya hingga saat ini masih ditampung di rumah sakit Oksibil. Total ada 54 korban jiwa dalam kecelakaan itu. Sebanyak 23 jenazah lain masih dalam perjalanan dari tempat kecelakaan menuju rumah sakit Oksibil.

Sementara itu Kapolda Papua, Brigadir Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, mengatakan, evakuasi korban pesawat terbang ATR 42-400 Trigana Air dari Oksibil ke Jayapura akan dilanjutkan pada Kamis pagi (20/8).

“Besok (Kamis) evakuasi dilanjutkan enam korban yang akan diturunkan pagi sekitar jam 7.00 WIT yang berangkat dari Oksibil ke Jayapura dengan Trigana Air,” katanya, di Basis Operasi Pangkalan Udara TNI AU Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (19/8/2015).

Sementara empat jenazah yang telah tiba di Jayapura dan kini berada di Gedung Tongkonang proses identifikasinya dipimpin langsung pejabat berwenang dari Kepolisian Indonesia.

“Saya lihat dari tadi di RS Oksibil sebagian korban memang sudah terbakar, jadi agak sedikit menyulitkan. Mudah-mudahan malam ini sudah bisa diumumkan, tapi itu tergantung dari tim DVI,” katanya.

Waterpauw juga mengatakan, hingga kini sebanyak 48 keluarga korban telah melapor di Tim DVI Jayapura dan 26 keluarga korban di Oksibil.

Mengenai uang milik PT Pos Indonesia yang berada di dalam pesawat terbang ATR 42-400 Trigana Air naas itu, Waterpauw mengemukakan hal itu akan dibuat berita acara, berapa yang hangus terbakar dan berapa yang masih utuh.

“Nanti setelah itu akan diserah terimakan kepada pemiliknya,” katanya.

Berikut kronologis lengkap jatuhnya Pesawat Trigana Air IL-257 rute Jayapura-Oksibil yang membawa 54 penumpang :
16 Agustus 2015

4.21 WIT——-Pesawat berangkat dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura
(Keterangan: Pesawat mengangkut 5 kru, 49 penumpang, dan bagasi termasuk uang Rp 6,5 miliar).
14.55 WIT—–Pesawat terakhir mengontak Tower Oksibil
(Keterangan: Ketinggian pesawat 13.500 feet atau 4114 meter. Pilot meminta izin memasuki sirkuit Oksibil untuk memulai pendaratan)
15.00 WIT——-Tower Oksibil mengontak balik namun tidak ada balasan.
(Keterangan: Pesawat terakhir terpantau radar pada ketinggian 8800 feet dengan jarak 7-8 mil dari Bandara Oksibil)—–di titik diduga pesawat menabrak bukit yang memiliki ketinggian 13.000 feet. Belakangan, serpihan pesawat ditemukan di ketinggian 8500 feet

LOKASI JATUH

– Koordinat 04 derajat 49 menit 289 Lintang S, 140 derajat 29 menit 953 BT
– Area: Lereng bukit Oksok dengan kemiringan 45 derajat
– Ketinggian: 8.500 feet (sekitar 2500 meter)
– Titik kandas: 7 mil dari landasan Bandara Oksibil, Kabupaten Oksibil, Papua
– Evakuasi: jalan darat setapak berjarak 4 kilometer dari Bandara Oksibil

17 Agustus 2015

08.50 WIT: Serpihan pesawat pertama kali terlihat dari udara. Namun tim SAR tidak berhasil tiba di lokasi jatuhnya pesawat itu karena cuaca buruk.

18 Agustus 2015

12.30 WIT: Seluruh korban ditemukan. Namun karena kondosinya terbakar, jasad korban belum bisa diidentifikasi.
13.40 WIT: Kotak hitam ditemukan.
14.00 WIT: Helikopter terbang ke lokasi untuk mengambil jenazah dengan teknik hoist, namun hingga sore jenazah gagal dievakuasi karena cuaca buruk.
17.30 WIT: Semua operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini, Rabu, 19 Agustus 2015.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.