INFO PAPUA
Home » Blog » Pencarian Pesawat Trigana Air Hari Kedua Dihentikan & Dilanjutkan Esok, Tim Identifikasi Jenazah DVI Dikirim Ke Papua

Pencarian Pesawat Trigana Air Hari Kedua Dihentikan & Dilanjutkan Esok, Tim Identifikasi Jenazah DVI Dikirim Ke Papua

trigana

Meski nasib 54 penumpang pesawat Trigana Air yang jatuh di Papua, Minggu (16/8/2015) kemarin, belum diketahui, Mabes Polri telah mempersiapkan kemungkinan terburuk. Tim identifikasi jenazah dari Disaster Victim Identification (DVI)  dikirim ke Papua.

“Kita sudah menunjuk Kabidokkes Polda Papua (Kombes Raymon Amiman) menjadi Commander DVI di sana,” ujar Kepala Pusat Dikter dan Kesehatan Polri Brigjen Arthur Tampi saat dihubungi, Senin (17/8/2015).

Arthur menjelaskan, tim DVI akan dibagi menjadi dua. Tim pertama akan bekerja mengumpulkan data ante mortem dari keluarga penumpang jatuhnya pesawat. Sementara, tim kedua bersama-sama Badan SAR Nasional bertolak menuju lokasi jatuhnya pesawat untuk memastikan nasib para penumpang.

Dari Jakarta, lanjut Arthur, pihaknya juga mengirimkan tiga dokter spesialis untuk mengidentifikasi jenazah. Ketiga dokter yang berstatus polisi tersebut adalah spesialis forensik, odhontologi atau gigi geligi, dan DNA. Ketiganya baru akan terbang ke Papua, Senin malam.

“Kita back up spesialis. Jika nanti penilaian commander DVI Papua masih membutuhkan tambahan spesialis, pasti akan kita terjunkan lagi lebih banyak,” ujar Arthur.

Sejauh ini, tim pengumpul data ante mortem telah bekerja. Ia belum mendapatkan informasi sudah berapa persen data yang terkumpul dari keluarga penumpang pesawat tersebut.

Pesawat milik PT Trigana Air Service jenis ATR 42 dengan nomor registrasi PK-YRN dan nomor penerbangan IL-257 hilang kontak dalam penerbangan Jayapura-Oksibil, Minggu (16/8/2015). Pesawat yang membawa lima kru dan 49 penumpang itu terbang dengan rute Jayapura-Oksibil.

Pencarian Hari Kedua Dihentikan

Pencarian pesawat Trigana Air yang diduga menabrak gunung Tongak di Kabupaten Pengunungan Bintang, Papua, dihentikan sementara. Dalam perjalanannya, tim gabungan SAR mengalami kesulitan hingga akhirnya ditunda hingga esok.

“Saat ini pencarian tim SAR via darat sudah dihentikan, via udara sudah tidak memungkinkan,” ujar Staf Khusus Menhub Ignasius Jonan, Mustofa Hadi Djuraid, Senin (17/08) pukul 17.25 WIt.

Sebelumnya, Menhub Jonan menerima laporan posisi pesawat Trigana Air yang mengalami kecelakaan berada di sekitar daerah Seram-Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Serpihan pesawat dengan nomor registrasi YRN itu berada di koordinat 140 29.953E, 04 49 289S.

“Up date terbaru, serpihan pesawat YRN ditemukan pukul 08.50 LT di koordinat 140 29.953E, 04 49 289S. Ketinggian sekitar 8.300 feet. Kesaksian pilot AMA melihat posisi pesawat yang mengalami kecelakaan di antara daerah Seram-Oksop,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam pesan singkatnya, hari ini.

Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo menyebut timnya yang melalui jalur darat mengalami kendala cuaca kurang bersahabat di lokasi. Pencarian jalur udara melalui helikopter pun dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.