Mabes Polri dan Polda Papua masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar peristiwa tertembaknya 12 orang dalam insiden di Paniai, Papua pada Senin (8/12) kemarin.
“Olah TKP di beberapa tempat seperti kantor KPUD yang juga dibakar. Disana bahkan ditemukan jerigen putih berisi bekas bahan bakar. Kemungkinan digunakan membakar kantor KPUD itu,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Kamis (11/12).
Selain itu, ada beberapa saksi yang diperiksa terkait perusakan mobil dinas milik Polres dan TNI.
“Sementara itu, anggota Polsek Paniai Timur juga masih dilakukan pemeriksaan oleh tim apakah mereka terkait dengan penembakan yang menimbulkan korban itu,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada kesimpulan siapa yang melepaskan tembakan yang menyebabkan empat orang tewas dan delapan orang terluka tembak itu.
“Untuk empat jenazah telah dimakamkan kemarin pukul 16.00 WIT di Lapangan Karel Gobai, Paniai,” ujarnya.
Empat yang meninggal itu adalah Yulian Yeimo Lakis akibat luka tembak pada perut, Andreas Dogopia (23) luka tembak pada perut dan luka robek pada tangan kiri, dan Yulian Mote (36) luka robek pada kepala.
Korban meninggal yang lain adalah Yulius Tobay (37). Korban yang merupakan satpam RSUD itu menderita luka tembak pada bokong sebelah kanan tembus paha kiri.
Sedangkan, delapan orang yang luka-luka adalah Yeremias Kayame, (59) luka ringan pada tangan sebelah kanan, Naftali Neles Gobai (45) luka ringan pada tangan sebelah kiri, dan Halia Edowai (35) luka ringan pada tangan sebelah kanan.
Juga ada Jeri Gobai (13) luka robek pada kaki sebelah kanan, Agusta Degei (35) luka tusuk pada tangan sebelah kanan, Abernadus Bunai (10) luka ringan pada paha sebelah kanan, Noak Gobai (26) luka ringan pada tangan sebelah kanan, dan Oktopianus Gobai (13) luka robek pada tangan sebelah kanan.
Mabes Polri sebelumnya mengklaim insiden itu ditunggangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias Organisasi Papua Merdeka.
Tinggalkan Komentar