INFO PAPUA
Home » Blog » Sejumlah Pihak Mengutuk Keras Penembakan Di Paniai Papua

Sejumlah Pihak Mengutuk Keras Penembakan Di Paniai Papua

1

Sejumlah pihak mengutuk keras dan menyesalkan penembakan yang menewaskan 5 warga sipil di Enarotali Paniai Papua oleh anggota Brimob. Akibat penembakan tersebut, informasi yang beredar saat ini sudah bertambah jadi 7 orang warga yang tewas, namun belum ada kepastian terkait hal tersebut.

Ketua Dewan Adat Papua kabupaten Paniai, Jhon NR Gobay, menuturkan, kehadiran TPN/OPM selalu menjadi sasaran untuk menjustifikasi kekerasan yang dilakukan oleh TNI/Polri di Paniai, seakan-akan semua masyarakat Paniai adalah anggota OPM. Padahal, dalam kejadian ini, tidak ada kaitannya dengan TPN/OPM.

“Aparat keamanan jangan memutarbalikkan fakta dengan menuding TPN/OPM ikut terlibat atau melakukan intervensi terhadap kasus ini. Karena ini murni tuntutan keluarga korban penganiayaan,” kata Gobay.

Gobay juga mengutuk upaya Kapolres Paniai yang berusaha membangun opini seakan tindakan penembakan ini dilakukan karena ada intervensi dari TPN/OPM dan telah mengganggu suasana kedamaian natal di Paniai.

Sementara itu, anggota Komnas HAM, Natalius Pigai saat diminta keterangan, mengutuk keras tindakan ini dan menganggapnya sebagai kasus pelanggaran HAM Berat.

“Tadi pagi memang informasi mengatakan lima orang tewas. Tetapi kini jumlah korban tewas sudah bertambah, menjadi tujuh orang, sementara lima dalam keadaan kritis dan beberapa lainnya dalam keadaan luka-luka serius,” ujarNatalius Pigai.

Pigai mengecam penembakan itu, dan mengatakan dari informasi yang diketahui ada indikasi kuat tindakan penembakan itu telah direncanakan.

Sedangkan, Petrus You, wartawan suarapapua.com, di Enarotali, Paniai, Papua, melaporkan, seluruh warga Paniai menuntut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, dan Panglima Komando (Pangdam) XVII/Cenderawasih untuk tiba di Paniai, Papua secepatnya,

“Saya ada di lapangan Karel Gobay, tempat kelima jenazah dibaringkan, mereka tidak akan dikuburkan sebelum Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih datang ke Paniai dan lihat,” tegas You.

Menurut You, masyarakat juga membuat tenda berwarga oranye di lapangan Karel Gobay, dan membaringkan kelima jenazah warga sipil yang ditembak aparat gabungan TNI dan Polri pagi tadi.

“Bupati minta jenazah segera dimakamkan, namun warga secara tegas menolak, mereka mau Kapolda dan Pangdam datang lihat dan bertanggung jawab,” kata You.

You juga menambahkan, situasi Paniai sangat mencekam, menjalang malam hari aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan pemantauaan dan siaga.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • kellydotab
    10 Desember, 2014 01:28 pada 01:28

    Wah…… ini kado natal untuk jokowi 5 orang tertembak secara binatag d tanah dan rumahnya sendiri iyo kita tau….. kamu pamer senjata2 bawah depan jalan dgn gaya jagoan perag dunia ke II jd ajaib tagan gatal to eeee ni nyawaaaaaa harus di bayar dengan nyawaaaaaa atau pilihan jokowi bertagug jawab atas pelagaran HAM. 1. kekerasan terhadap anak sekolah.2. Militerisme. 3. Peganiyaa. 4. Pembunuhan. 5. Perusakan norma Agama pada prayaan natal. 6. Perusakan secara keras dan paksa tamap perintah dan izin merusaka pondok.Natal. Maka berdsarkan 6 Poin di atas Aliansi Mahasiswa Papua. TNI-Polri segera akat kaki. Karena kepercayan kami rakyat sudah tidak ada. UDD perlindungan Anak.segera di.bicarakan dan Perbuatan intimidasi serta perusakan paska natal. 2014 d papau semua. Salam;;;;;;;; bersama sejarh bintag kejora kita harus megakiri bukan di bunuh lg. Saatnya bakit dan melawan krn rakyat tidak pernah berhenti brjuag dan berdoa. Saatnya nati kita akan …… ….

    M. E. R. D. E. K. FOR WEST PAPUA FRIDOOM

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.