Lomba penataan pameran yang diikuti 11 Kabupaten di Provinsi Papua dalam Festival Seni Kreasi Papua (FSKP) ke XV yang diselenggarakan di hanggar Lanud Manuhua Biak dinilai minim mendapatkan perhatian dari pengunjung alias sepi.
Sehingga beberapa pengunjung pameran menuturkan pelaksanaan FSKP ke XV yang digelar di Biak kurang mendapatkan perhatian dari panitia bidang publikasi, padahal event seni budaya ini merupakan event provinsi yang telah dianggarkan tidak sedikit.
Sergius Wabiser warga Biak menuturkan pelaksanaan FSKP ke XV ini kurang mendapat publikasi yang baik. Sehingga hampir semua masyarakat yang berada di dalam kota ini saja tidak mengetahui adanya kegiatan ini. Apalagi yang berada di kampung-kampung.
Contohnya lomba pameran yang mengandung nilai seni dan budaya Papua yang tinggi agar masyarakat bisa mengenal budaya daerah lain, sangat sepi dari pengunjung.
“Pameran seni budaya ini sangat penting tapi kenyataannya sepi dari pengunjung, kami sangat sayangkan karena kemungkinan lemahnya publikasi padahal ini event provinsi,” kata Sergius saat ditemui dilokasi FSKP ke XV di Biak, Jumat (17/10/2014).
Musa Aso salah seorang pengrajin seni yang ditemui di stand pameran kabupaten Jayawijaya juga mengeluh dengan sepinya pengunjung. Sehingga ia berharap panitia harus lebih gencar lagi dalam melakukan publikasi, sebab event pariwisata jika tanpa didukung oleh publikasi yang baik maka sia-sialah upaya memajukan seni dan budaya Papua.
“Saya juga heran pengunjung sangat sedikit, padahal apa yang kami pamerkan ini kita jauh-jauh bawa dari Jayawijaya untuk dikenal oleh semua orang,” ujarnya.
Selain itu, seniman asal Biak, Yoris Sroyer dalam temu budaya bersama Dewan Kesenian Papua yang digelar dilokasi FSKP ke XV mengusulkan sebaiknya pelaksanaan FSKP mendatang tidak usah lagi dilakukan di Biak. Sebab berturu-turut pada event sebelumnya juga kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat.
Padahal FSKP telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi Papua untuk dilaksanakan setiap tahun di kabupaten Biak Numfor.
“Sebaiknya event ini kedepan dipindahkan saja ke daerah lain,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Yapen, Wilem Bonai mengatakan sebaiknya kegiatan FSKP kedepannya ditangani oleh event organizer (EO) sehingga penanganannya lebih professional.
“Ya kalau bisa untuk panitia jangan disikat habis oleh orang-orang di dinas, sebaiknya ditangani oleh EO secara komersil agar kondisinya tidak sepi seperti saat ini,” ujarnya.
Tinggalkan Komentar