Mantan Kapolres Sorong Kota AKBP Harri Goldenhart, S.I.K., membantah keras semua tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya terlibat kasus judi bola guling di Kota Sorong.
Bantahan tersebut disampaikannya Harri terkait pemberitaan sejumlah media yang menyebut dirinya terlibat praktek judi bola guling bermotif pasar malam di Kota Sorong yang digerebek Timsus Polda Papua baru-baru ini.
“Saya selaku penanggungjawab Kamtibmas kala itu hanya mengeluarkan izin untuk karamaian pasar malam, bukan arena judi bola guling,” kata Harri saat bersilahturahmi dengan para wartawan media cetak maupun elektronik di kediaman Kapolres di Jalan Puncak Arfak kampung Baru kota sorong Sabtu (20/09) malam.
AKBP Harri Golden Hart menolak dengan keras tudingan dirinya berada di balik semua permainan judi bola guling yang beroprasi sejak tujuh bulan belangan ini di Kota Sorong. Ia juga membantah isu adanya setoran wajib per bulan dari bandar judi kepada Polres Sorong Kota.
“Saya menolak kalau ada yang bilang bahwa saya dapat fee atau setoran dari permainan itu. Itu sama sekali tidak ada. Saya berani bersumpah.Ini adalah fitna bagi nama baik saya dan keluarga saya,” tegas mantan Kasat Narkoba Polres Batam itu.
Harri mengaku dirinya siap memenuhi panggilan Kapolda Papua untuk diperiksa terkait dugaan keterlibatannya dalam permainan judi bola guling yang dibubarkan paksa Timsus Polda Papua Sabtu (13/09).
“Setelah melakukan serah terima jabatan ke Kapolres yang baru pada Rabu mendatang (24/09), saya akan menghadap Kapolda dan siap diperiksa,” kata dia.
Pada gelar perkara kasus judi bola guling di Mapolres Sorong Kota , Selasa, 16/09 , Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. Yotje Mende menegaskan akan mengganti Kapolres Sorong Kota karena dinilai mengabaikan perintahnya terkait beroperasinya judi bola guling. Kapolda juga mengaku akan memeriksa AKBP Harri Golden Hart terkait dengan kasus tersebut.
save nabire
modus lama…hidup dari uang judi..