INFO PAPUA
Home » Blog » Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan Di Distrik Wapoga

Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan Di Distrik Wapoga

wapoga

(Kunjungan Bupati Di Distrik Wapoga Tahun 2013)

Adanya pengakuan beberapa warga terkait dengan minimnya pelayanan kesehatan di kampung-kampung membuat Kepala Puskesmas Wapoga Lukas Buinei geram. Meski terbilang masih baru menjabat sebagai Kapus Wapoga dalam tiga bulan terakhir ini, dirinya sudah mengatur jadwal untuk pelayanan kesehatan di dua distrik, yaitu Distrik Inggerus dan Distrik Wapoga.

Dirinya mengakui bahwa dalam sebulan hampir tiap hari, Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen selalu mengadakan pelayanan kesehatan. Untuk dua Distrik seperti Distrik Inggerus dan Wapoga, kata Lukas Buinei bahkan di khususkan ada pelayanan Kesehatan Keliling (pusling). Dari hari Senin hingga hari Sabtu, tiap kampung di dua distrik itu selalu mendapatkan kunjungan.

“Kami pelayanan tiap hari, untuk kampung-kampung yang ada di Distrik Wapoga. Hari Senin kita di Kampung Dokis, Selasa di Kampung Kamarsano, Rabu Kampung Wapoga dan Kampung Waweri, Kamis Kampung Mirare, Jumat Kampung Awera, dan Sabtu di Kampung Pirare,” ungkap Lukas Buinei, Kepala Puskesmas Wapoga, Jumat (5/9) lalu.

Lebih lanjut, ketika berkunjung ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Wapoga, dirinya mengakui memang di pustu itu sudah lama tidak aktif. Pustu yang sudah ada sejak Waropen masih bergabung dengan Kabupaten Kepulauan Yapen tidak aktif lagi, lantaran kunci yang ditinggal oleh petugas, dibawa pergi. Petugas yang diakuinya sudah pensiun itu, sempat mengajukan untuk memiliki pustu tersebut, namun, tidak dikabulkan oleh Dinkes Waropen, akibatnya kini kunci di bawa oleh petugas kesehatan yang kabarnya sudah mengabdi selama lima tahun di pustu itu.

Ditempat yang sama, Sekretaris Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Kampung Wapoga, Yunias Aronggear mengatakan bahwa sudah hampir satu tahun terakhir Pustu di Kampung Wapoga sudah tidak lagi aktif. Banyak masyarakat yang kalau sakit, biasa hanya menahan diri, jika hanya batuk, pilek, bersin, dan panas dingin atau demam. Kadang dengan ramuan tradisional sudah dapat memberikan efek menyembuhkan.

Namun, jika sudah dalam keadaan yang kritis, atau sakit yang perlu bantuan tenaga medis, dengan terpaksa harus dilarikan ke Kampung Basecamp Distrik Inggerus atau bahkan bisa ke Kabupaten sebelah di Kabupaten Paniai atau di Kota Nabire.

Distrik Wapoga memang merupakan tapal batas wilayah Barat Kabupaten Waropen dan Kabupaten Nabire. Sampai sejauh ini menurut beberapa warga, kebanyakan supply bahan pokok, hingga bahan bakar, kebanyakan melalui Nabire, dan tidak heran karena jarak yang dekat sekaligus dengan biaya perjalanan yang tidak terlalu mahal, maka warga kampung hanya sesekali jika ingin ke daerah Distrik Urei Faisei, yang merupakan pusat pemukiman dan perkembangan wilayah perkotaan di Kabupaten Waropen.

(CP)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.