INFO PAPUA
Home » Blog » Pemerintah Diminta Segera Tertibkan Aktivitas Penambangan Di Paniai Papua

Pemerintah Diminta Segera Tertibkan Aktivitas Penambangan Di Paniai Papua

111

Pemerintah Pusat dan provinsi Papua diminta untuk menertibkan aktivitas penambangan emas liar di sejumlah tempat di kabupaten Paniai yang telah menewaskan belasan penambang pada awal bulan ini.

“Kami minta Pemerintah Pusat, Papua dan kabupaten Paniai untuk mengambil langkah strategis terkait penertiban aktivitas tambang di beberapa tempat di Paniai,” kata ketua Lembaga pengembangan Masyarakat Adat Suku Wolani, Mee, Moni (LPMA SWAMEMO) Thobias Bagubau di Jayapura, Papua, Selasa.

Ia mengatakan, sejumlah aktivitas penambangan liar di Paniai seperti di Degeuwo, Baya Biru dan tempat lainnya di daerah itu sudah cukup memprihatinkan.

Dimana kerusakan alam dan lingkungan di daerah itu terus terjadi, masyarakat adat terpengaruh dengan pola hidup yang tidak sehat. Banyak PSK dan tempat judi yang bisa menjadi konflik dan penyakit menular HIV/AIDS dikemudian hari.

“Maka itu Pemerintah provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Paniai dan Pemerintah kabupaten Nabire segera duduk bersama dan mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan berbagai kasus yang terjadi di wilayah penambangan liar Degeuwo,” katanya.

Selain itu, pihak aparat keamanan diminta untuk bertindak tegas untuk menyelidiki dan mengungkap apakah sejumlah perusahaan tambang di daerah itu memiliki izin atau tidak, karena secara administratif telah merugikan daerah dan masyarakat setempat.

Apa lagi pada pekan lalu, dikabarkan sebanyak 13 orang tertimbun longsor di Baya Biru saat melakukan aktivitas penambangan.

“Pemerintah Paniai juga segera bersikap, cabut izin penambangan yang dilakukan oleh perusahaan tanpa mematuhi sejumlah aturan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, manajer program dari Forum Kerjasama LSM Papua, Abner Mansai mengatakan, belum pernah ada tanggapan positif dari pemerintah dan aparat keamanan untuk menutup penambangan liar di Paniai, meski hal itu sering disampaikan.

Karena kehadiran penambangan emas liar di Paniai tidak memberikan pemasukan bagi daerah setempat, apa lagi tidak memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat adat.

“Yang jadi korban adalah alam dan masyarakat adat setempat, termasuk pemerintah daerah. Seharusnya masalah ini secepatnya disikapi bukan didiamkan hingga ada korban dan menjadi masalah yang besar di kemudian hari,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (1/7) sebanyak 15 orang tertimbun dilokasi penambangan rakyat Damai III, Baya Biru, Kabupaten Paniai. 10 orang lainnya ditemukan telah tewas, dan beberapa diantaranya selamat dan masih terjebak di areal penambangan rakyat tersebut.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.