INFO PAPUA
Home » Blog » Jelang Pilpres, Papua Siaga 1

Jelang Pilpres, Papua Siaga 1

4

Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen Christian Zebua mengatakan pihaknya meningkatkan status pengamanan menjadi siaga satu sampai pada batas waktu yang belum ditentukan terkait adanya upaya boikot Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dari kelompok sipil bersenjata di Papua.

Peningkatan dilakukan tiga hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara 9 Juli 2014. Apalagi, kini makin banyak muncul seruan boikot Pilpres disebarkan lewat pesan singkat (SMS) dan selebaran yang ditebar di jalan-jalan.

Belum lagi, rekaman video dari kelompok sipil bersenjata Erimbo Enden Wanimbo yang mengaku sebagai Panglima Divisi 7 TPN/OPM wilayah La Pago yang mengancam akan menyerang objek vital dan aparat keamanan khususnya yang berada di ibukota kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

“Mulai hari ini, Kodam Cenderawasih nyatakan siaga satu menjelang Pilpres 9 Juli 2014, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tergantung situasi yang berkembang,” ujar Zebua, Minggu (6/7/2014) seusai teleconference dengan KSAD Jenderal Budiman terkait persiapan Pilpres di Papua.

Dia mengaku selalu menghindari adanya kekerasan. Dia mengimbau siapa saja di Papua tidak melakukan aksi kekerasan apalagi sampai akan menyerang pos-pos keamanan.

“Saya sebenarnya sedih jika ada anggota OPM yang tewas, tetapi kalau mereka angkat senjata saya tidak segan-segan menumpas mereka. Saya tidak main-main, jadi sebaiknya tidak melakukan aksi-aksi kekerasan,” ujarnya.

Pangdam Zebua mengakui, sedikitnya ada enam wilayah di Papua yang dinyatakan rawan menjelang Pilpres, yakni Kabupaten Lanny Jaya, Puncak Jaya, Keerom, perbatasan RI-PNG di Skouw Wutung Kota Jayapura, Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Jayapura.

“Untuk wilayah-wilayah yang rawan, kami sudah menempatkan aparat di sana membantu polisi untuk pengamanan. Kami siapkan 2.300 personel untuk pengamanan pilpres bersama dengan kepolisian,” jelasnya.

(MetroTV)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.