INFO PAPUA
Home » Blog » Relawan Pendukung Jokowi Di Papua Siap Galang 1 Juta Suara Untuk Pasangan Jokowi-JK

Relawan Pendukung Jokowi Di Papua Siap Galang 1 Juta Suara Untuk Pasangan Jokowi-JK

index

Satu juta suara untuk pasangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jusuf Kalla (JK) siap digalang relawan pendukung Jokowi-JK di Papua guna menyukseskan pasangan nomor urut 2 tersebut pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

“Kita sadari bahwa suara di Papua hanya beberapa persen. Jumlah pemilih di Papua tidak menembus angka 4 juta. Namun ,itu tidak membuat kita berkecil hati. Satu suara pun sangat berharga bagi kemenangan Jokowi dan JK,” kata Jerry Omona, Koordinator Media yang juga relawan Papua untuk Jokowi-JK, Sabtu (7/6).

Menurut Jerry, bila sejuta suara dapat digalang, membuktikan bahwa penduduk di Bumi Cenderawasih peduli pada pelaksanaan Pemilu Presiden.

“Kami yakin, pemilih di Papua akan mencoblos pasangan Jokowi JK pada Pilres nanti. Pemilih di Papua tidak hanya peduli pada Pileg dan Pilgub, tetapi juga pada Pilpres. Sebab, siapapun yang terpilih menjadi orang nomor satu di republik ini, sudah pasti akan berdampak juga pada pembangunan di Papua,” ujar Jerry.

Jerry mengaku, untuk menggalang satu juta suara tersebut pihaknya melakukan berbagai cara kampanye melalui situs jejaring sosial, pengerahan dukungan lewat pesan singkat SMS, dan sejumlah aksi di jalan mengajak warga memilih nomor dua.

“Kami tidak memaksa seseorang untuk memilih. Kami hanya menyampaikan visi dan misi dari pasangan calon. Tapi saya percaya, penduduk Papua sangat cerdas untuk tidak memilih presiden yang sebelumnya telah membuat luka bagi mereka,” kata Jerry.

Menurut Jerry, Jokowi memiliki gaya, ciri, dan sifat kepemimpinan yang elegan dan sesuai pilihan rakyat. Dalam teori ilmu politik, kata Jerry, bila pemimpin mempunyai ketiganya (gaya, ciri dan sifat kepemimpinan) yang baik, maka sudah pasti ia layak memimpin sebuah bangsa atau negara.

“Pemimpin yang tegas bukan berarti harus pintar berorasi atau berteriak teriak. Pemimpin yang tegas adalah orang yang dapat membuktikan dirinya lewat kerja dan sejalan dengan keputusan yang diambil, bukan banyak bicaranya namun belum pernah membuktikan ia seperti apa,” kata Jerry.

Sehari sebelumnya, dalam kampanye perdana Jokowi di Kota Jayapura, Kamis (5/6), Jokowi mengatakan, suara di Papua tidak begitu signifikan bagi Pilpres mendatang. “Ini bukan untuk mencari suara. Suara di Papua itu sangat kecil, tapi karena Papua bagian dari Indonesia dan saudara saudara kita adalah bagian dari kita, maka saya datang ke sini,” kata mantan Walikota Solo itu yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Berdasarkan rekapitulasi data pemilih sementara hasil pemuktahiran untuk Pilpres, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menyebutkan jumlah pemilih di Papua hanya mencapai 3,2 juta lebih. Sementara Papua Barat jumlahnya sekitar 600-an ribu pemilih. Perolehan ini jauh dibanding daerah lainnya di Indonesia seperti Jawa Barat dengan 32.812.483 dan Jawa Timur, 30.664.958 pemilih.

Sementara itu, hasil survei dari peneliti sosial media, VComm Arif Hidayat, mengatakan pantauan VComm sejak tanggal 30 Mei 2014 hingga 5 Juni 2014 menunjukkan Jokowi – Jusuf Kalla menguasai 59.81 persen percakapan di ranah media sosial, sedangkan Prabowo – Hatta harus puas dengan 40.19 persen sebaran percakapan.

“Di 34 Provinsi Jokowi – JK masih unggul, dan hanya selisih tipis dengan pasangan Prabowo – Hatta di Jambi, Bengkulu dan Bali,” kata Arif Hidayat yang di kutip media ini dari rilis persnya, Jumat (6/6) kemarin.

Dijelaskan Arif, dukungan terbesar pada pasangan Jokowi – JK justru berasal dari Papua dan Papua Barat dengan jumlah percakapan di Papua 80.69 persen dan Papua Barat 80.86 persen. Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, Jokowi – JK mendapat 55.19 persen dan Prabowo – Hatta 44.81 persen,” ujar.

(Tabloidjubi)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.