Berdasaran analisis data monitoring alat observasi tinggi muka air laut di Papua, maka BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir untuk seluruh wilayah Indonesia terhitung mulai Kamis (3 April 2014) pukul 08.30 WIB.
Dengan dicabutnya peringatan dini tsunami tersebut, maka masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Berdasarkan informasi dari beberapa BPBD melaporkan tidak terlihat adanya tsunami. Masyarakat telah kembali beraktivitas seperti biasa. Adanya peringatan dini tsunami dari BMKG kemarin menunjukkan bahwa ancaman tsunami bagi pesisir Indonesia berada dari gempa di sekitar perairan wilayah Indonesia maupun dari luar wilayah Indonesia.
Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Â mengeluarkan peringatan tsunami akibat efek gempa 8Â skala Richter di Chile. Dalam pernyataannya, Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan peringatan dini telah diberikan pada 115 lokasi di 19 provinsi di Indonesia.
Wilayah itu antara lain di pesisir Provinsi Papua seperti Kota Jayapura, Jayapura, Sarmi, Waropen, Biak Numfor, dan Supiori. Kemudian Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Banten, Jatim, DIY, Jateng, Jabar, Lampung, NTB, NTT, Bali, Sulawesi, dan Kaltim.
“Waktu kedatangan tsunami pada Kamis 3 April pukul 05.11 WIB hingga 19.44, dengan tinggi 0 – 0,5 meter,” katanya.
Tinggalkan Komentar