INFO PAPUA
Home » Blog » Musyawarah Pastoral Mee (MUSMEE) Ke IV Lebih Banyak Menyoroti Masalah Pendidikan Di Mee

Musyawarah Pastoral Mee (MUSMEE) Ke IV Lebih Banyak Menyoroti Masalah Pendidikan Di Mee

Menyoroti masalah pendidikan yang masih terus mendera anak-anak saat ini, diantaranya lulusan anak dari Sekolah Dasar (SD) namun tak bisa membaca, guru yang masih kurang di daerah pedalaman Papua, maka keuskupan Timika dan Dekenat Paniai menggelar Musyawarah Pastoral Mee (Musmee) ke IV yang berlangsung selama satu minggu yaitu pada tanggal 13-21 Februari 2014

Musyawarah Pastoral keempat  ini mendapat dukungan dari lima kabupaten  yakni Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Kabupaten Nabire. Ketua Panitia Musmee IV, Esau Tekege dalam sambutannya mengatakan, tema dari Musmee keempat itu adalah pendidikan meeuwo antara kenyataan dan harapan. “Bukti-bukti fisik ini adalah melalui kegiatan pendidikan, ekonomi, kemasyarakatan, pembangunan pemuda,dan pembangunan kewanitaan serta lainnya,” kata Esau.

Kata Esau, gereja berharap anak yang selesai sekolah dari tingkat SMP dan SMU harus siap saing. Tetapi, itu tidak terjadi. Untuk itu, gereja mencari jalan keluar supaya suatu kelak jumlah guru seimbang dengan jumlah kelas. “Jika manusia itu dibangun maka pendidikan itu bagian yang paling penting,” ujar Esau.

Lanjut Esau, sumber dana untuk kegiatan ini adalah sumbangan wajib dari umat paroki segala orang kudus Deiyai, sumbangan wajib dari  dekenat Paniai yakni paroki Obano, Omopa, Madi, Enarotali, Epouto, Bamabagata, Wagete dan Deiyai. Selain sumbangan, bantuan dana juga datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai, Pemerintah Kabupaten Paniai, Kabupaten Nabire, dan Gubernur Provinsi Papua. Selain itu, juga datang dari keluarga diantaranya, bapak Yan Ukago, drg. Aloysius Giyai, dan keluarga Agus Pigome.

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe yang diwakili oleh drg. Aloysius Giyai,M.kes menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 50 juta kepada panitia penyelenggara Musyawarah Pastoral Mee (Musmee) ke IV.

Dalam sambutan Gubernur Papua yang diwakili drg. Aloysius Giyai,M.kes berharap kegiatan Musmee keempat dapat berjalan dengan baik. “Saya sebagai wakil dari gubernur melihat bahwa pertemuan ini luar biasa dan ini kesempatan,” kata Aloysius Giyai.

Ditambahkan, sesuai dengan visi misi Gubernur Papua dimanan bangkit, mandiri dan sejahtera, maka pihak pemerintah provinsi dana yang akan diserahkan tersebut sebesar 80 persen berasal dari dana Otonomi Khusus.

“Diharapkan bupati-bupati yang menjadi pemimpin rakyat didaerah, benar-benar melaksanakan pembangunan sesuai dengan dana yang dianggarkan ke pemerintah daerah.Gubernur harapkan,untuk tahun 2014 keatas, rakyat sudah tidak susah obat lagi, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah lagi. Semua anak harus disekolahkan, tidak boleh rakyat susah pengobatan, tidak boleh susah lagi tentang rujukkan pasien, tidak boleh ada anak yang  keluar sekolah karena kurang biaya pendidikan. Gubernur sudah berjanji bahwa kabupaten yang rakyatnya susah atau tidak bisa dilaksanakan maka dana berikutnya akan dikurangi,” terang Aloysius Giyai.

Guna menjaga keamanan selama Musmee kemanan disekitar lokasi Kabupaten Deiyai diperketat. Sebanyak 18 pos keamanan telah dibangun.  Hal ini disampaikan Kepala Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Fransiskus Bobii.

Menurut Fransiskus, dalam rangka pelaksanaan Muspas Mee diwilayah Meeuwo Dide ini, sudah diantisipasi sejak Januari, sebelum pelaksanaan. Sejumlah hal yang menyangkut pelaksanaan, sudah ada kerja sama antara gereja dan pemerintah sudah dikoordinasikan sehingga dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan kamptipmas (keamanan dan ketertibaan masyarakat).

Guna menjaga keamanan, lanjut Fransiskus, pihaknya membentuk tim-tim dan pos-pos keamanan dari batas ke batas. Seperti batas gakokebo dan wagomani. “Sudah ada beberapa pos yang dibuat dan diharapkan nantinya menjaga keamanan pelaksanaan kegiatan,” tuturnya. Fransiskus mengatakan, guna menjaga kemanan, mereka sudah membanngun 18 pos jaga. Pembentukan pos itu dari partisipasi pemuda-pemudi katolik maupun kingmi, serta hansip yang ada didesa diaktifkan untuk menjaga keamanan Muspas Mee.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.