Warga Terdampak Banjir Di Nabire, Diminta Membuat Usulan Tertulis Penanganan Bencana Kepada Instansi Terkait

Nabire – Dalam 3 tahun terakhir, bencana alam banjir serang melanda warga di Distrik Yaro kabupaten Nabire. Selain warga di Distrik Yaro, banjir juga berimbas ke Distrik lain yang berdekatan dengan Distrik Yaro, seperti Distrik Wanggar maupun Distrik Yaur.

Dalam catatan Nabire.Net sepanjang 3 tahun terakhir, sudah terjadi 5 kali bencana banjir di wilayah Distrik Yaro, yang berimbas juga ke Distrik lain seperti Distrik Wanggar dan Distrik Yaur.

Berikut catatan Nabire.Net terkait bencana alam banjir di wilayah Distrik Yaro, Distrik Wanggar dan Distrik Yaur:

  1. 24 Maret 2016, banjir Distrik Yaro danĀ  Yaur

  2. 23 Juni 2016, banjir Distrik Yaro dan Wanggar

  3. 11 Oktober 2016, banjir Distrik Yaro

  4. 30 Juni 2016, banjir Distrik Wanggar

  5. 18 Februari 2019, banjir Distrik Yaro, Wanggar dan Yaur

Banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun warga mengalami kerugian materiil seperti rusaknya lahan perkebunan dan sawah, rusaknya tempat tinggal hingga kehilangan ternak.

Persoalan paling utama yang sering disuarakan oleh warga khususnya di Distrik Yaro terkait masalah banjir yaitu luapan Kali Yaro. Oleh karena itu warga seringkali menyuarakan bahkan menyampaikan secara lisan hal tersebut kepada pemerintah maupun pihak-pihak terkait agar melakukan normalisasi Kali Yaro.

(Baca Juga : Sering Direndam Banjir, Warga Yaro Makmur Minta Pemerintah Nabire Normalisasi Kali Yaro)

Selain warga di Distrik Yaro, warga kampung Sima, Distrik Yaur pun meminta pemerintah melalui instansi teknis untuk membuat talud atau turap guna membendung luapan air, hingga usulan pembuatan danau buatan. Namun hingga saat ini usulan tersebut belum direalisasikan oleh pemerintah kabupaten Nabire.

(Baca Juga : Banjir Hanya Cerita Berulang Tanpa Penanganan Serius Dari Pemkab Nabire)

Saat Nabire.Net menanyakan problem ini kepada BPBD Nabire terkait kendala apa sehingga usulan masyarakat tersebut belum dikerjakan, pihak BPBD Nabire melalui Stafnya mengatakan bahwa usulan tersebut perlu disampaikan secara tertulis dan berjenjang dari tingkat kampung, kelurahan, distrik hingga instansi teknis terkait seperti Dinas PU maupun BPBD.

Hal yang sama juga ditanyakan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Nabire, Otto Riskandar ST M.Si, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Kadis PU Nabire.

Oleh karena itu, Nabire.Net meminta kepada perwakilan warga yang ada di Distrik Yaro maupun kampung Sima Distrik Yaur agar segera membuat usulan tertulis, tentunya berdasarkan hasil kesepakatan masyarakat dan disetujui oleh Kepala Kampung hingga Distrik, yang nantinya usulan tersebut akan disampaikan ke instansi teknis terkait guna penanggulangan bencana di wilayah mereka.

Proses penanganan pasca bencana memang sangat penting dan merupakan suatu keharusan bagi pemerintah daerah, namun proses pencegahan bencana juga perlu dipikirkan bersama baik oleh pemerintah maupun warga masyarakat yang ada di lokasi bencana. Jika hal ini berlarut-larut tanpa ada penanganan serius, maka penanganan pasca bencana hanya akan menjadi penanganan yang mubazir dan bisa jadi cerita yang berulang-ulang setiap bencana terjadi.

[Nabire.Net]



Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.
© 2019 Nabire.Net
Powered by Nabire.Net