Banjir Hanya Cerita Berulang Tanpa Penanganan Serius Dari Pemkab Nabire

(Banjir di kampung Sima, Distrik Yaur, Nabire, selasa 19 Februari 2019)

Nabire – Banjir di Nabire akibat hujan dari hari Senin (18/02) hingga selasa dini hari (19/02) mengakibatkan sejumlah wilayah di Nabire terendam banjir. Wilayah yang terendam banjir tersebut yaitu Distrik Yaro, Wanggar dan Distrik Yaur.

Salah satu kampung di Distrik Yaur yang terkena banjir akibat hujan yaitu kampung Sima. Kampung Sima boleh dikata identik sekali dengan banjir apabila terjadi hujan. Curah hujan tinggi dan kapasitas guyur debit besar menjadi lahan empuk tergenangnya rumah warga beberapa tahun terakhir. Ini terindikasi akibat laju defroestasi oleh proyek perkebunan sawit karena, masa-masa sebelumnya fenomena alam ini tak pernah terjadi sejak terakhir tahun 1982. Dan hari ini peristiwa itu terjadi lagi cerita para petuah di kampung itu. Tercatat 2016 kemarin dan hari ini 18-19 Ferbruari 2019.

Sebagai anak sima, saya tak bisa mempersalahkan siapa disini tapi itulah fenomena yang sedang dan sudah terjadi. Sekarang saya mengkritisi tentang penanganan banjir itu. Memang tanggap darurat sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah apabila banjir tejadi dikampung itu tapi juga kampung-kampung lain yang juga mengalami situasi sama.

Tapi tanggap itu hanya berkisar memberikan bantuan bama saat masyarakat tak bisa beraktifitas. Namun, letak persoalan tejadi banjir tak diselesaikan. Misalnya Sima, yang perlu dilakukan untuk menghentikan identiknya hujan adalah, menormalisasi 2 suangai yang mengapit kampung sima, dengan membuat jalur baru sungai dan talud.

Pengalaman banjir tahun 2016 seharusnya menjadi cermin pemerintah dan istansi terkait didalam mengupayakan dan mengerjakan letak masalah banjir di kampung sima.

Tiap Tahun DPRD Nabire menyebutkan anggaran daerah yang begitu besar di Kabupaten ini. Belum lagi ditambah proyek-proyek Negara yang memakan Milyaran namun, semuanya tak menyentuh akar masalah. Tak dapat dibantah, wilayah kami Yerisiam Gua,Kampung Sima turut menyumbangkan devisa PAD Nabire lewat berbagai sektor baik, Kehutanan, Perikanan,Perkebunan dan Potensi obyek wisata.

Namun, tak jelas eksekutif dan legislatif selama ini mengupayakan untuk tejadi pembenahan dan melengkapi kebutuhan terdesak disana, semua tak jelas.

*Penulis : Tino Hanebora

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.
© 2019 Nabire.Net
Powered by Nabire.Net