Banjir Di Nabire Mulai Surut, Ini Data Sementara Jumlah Rumah Yang Terdampak Banjir Di 3 Distrik

Nabire – Hujan yang mengguyur kota Nabire sejak senin (18/02) hingga selasa dini hari (19/02) mengakibatkan sejumlah wilayah di Nabire terendam banjir.

Banjir akibat hujan terjadi di 3 Distrik yaitu Distrik Yaro, Distrik Wanggar dan Distrik Yaur. Di Distrik Yaro hampir semua kampung terdampak banjir. Sementara di Distrik Wanggar, banjir terjadi di Kampung Karadiri 1 dan sebagian Kampung Wiraska. Sedangkan di Distrik Yaur terjadi di kampung Sima.

Sementara informasi yang diterima Nabire.Net, hingga selasa malam (19/02), pukul 22.00 Wit, banjir sudah mulai surut perlahan-lahan di seluruh wilayah yang terkena banjir. Sementara cuaca sepanjang hari ini cukup cerah.

Sedangkan untuk longsor yang terjadi di jalan poros Karadiri 1 Nabire sudah dibersihkan warga dan sudah bisa dilewati kembali.

Pemerintah kabupaten Nabire melalui BPBD telah mendata dampak banjir. Selain BPBD, pihak kepolisian dari Polsek Nabire Barat juga membantu warga untuk membersihkan areal jalan poros Wanggar yang terkena banjir.

Belum diketahui jumlah kerugian materiil yang dialami warga akibat banjir, namun dalam kejadian ini tak ada korban jiwa.

Berikut kondisi terkini wilayah yang terdampak banjir dan longsor, untuk data rumah terdampak didapatkan Nabire.Net dari Humas Polres Nabire :

A. Banjir

  • Kampung Jaya Mukti (Yaro 2), Distrik Yaro, terdampak 20 unit rumah

  • Kampung Yaro Makmur (Yaro 1), Distrik Yaro, terdampak 150 unit rumah, mushola 2 unit

  • Kampung Parauto, Distrik Yaro, seluruh kampung

  • Kampung Bomopai, Distrik Yaro, terdampak 15 unit rumah

  • Kampung Wiraska Jalur 3 Barat dan Jalur 7, Distrik Wanggar

  • Kampung Karadiri 1, Distrik Wanggar, terdampak 60 unit rumah

  • Kampung Wanggar Pantai, Distrik Wanggar, terdampak 10 unit rumah, 2 Gereja

  • Kampung Sima, Distrik Yaur, seluruh kampung

B. Longsor

  • Jalan Poros Wanggar (Jalan Poros Karadiri 1)

Sementara menurut BMKG Nabire yang diterima Nabire.Net dari prakirawan BMKG Nabire, Eusebius Andronikus, secara metereologis, banjir di sejumlah wilayah di Nabire disebabkan hujan lebat dengan intensitas 89.4 mm. Ini termasuk kategori hujan lebat.

Lanjut Eusebius, hujan lebat yang terjadi disebabkan adanya arus angin atau pergerakan angin yang membawa massa udara dingin dari Samudera Pasific.

Selain itu hujan lebat juga terjadi karena adanya pembelokkan angin (shearline) di atas wilayah Nabire. Pola inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan awan sehingga terjadi hujan dengan intensitas ringan namun dalam durasi yang lama.

Dikatakan, awan-awan hujan tersebut masuk ke wilayah Nabire dari arah selatan yaitu daerah perbukitan Nabire.

Seperti diketahui sejumlah kampung di Distrik Yaro , Wanggar dan Yaur sering menjadi langganan banjir jika hujan deras terjadi cukup lama.

Hal ini disebabkan wilayah tersebut dekat dengan Kali Yaro, sehingga jika Kali tersebut meluap maka dapat dipastikan banjir akan menggenangi sejumlah wilayah di Distrik tersebut.

Warga sendiri sudah sering meminta kepada pemerintah agar bisa mengatasi persoalan banjir. Penyebabnya sudah pasti Kali Yaro, sehingga pemerintah seharusnya melakukan normalisasi Kali Yaro agar kejadian ini tidak terulang lagi di masa mendatang.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.
© 2019 Nabire.Net
Powered by Nabire.Net