Terkait Polemik Harga Tiket Pesawat, Ini Tanggapan Penjabat Bupati Intan Jaya

Intan Jaya, Penjabat Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, ST, menanggapi aksi demo mahasiswa terkait harga tiket dari Nabire ke Intan Jaya.
Kepada Nabire.Net Kamis malam (12/10/2023), Apolos Bagau mengatakan, demo dari mahasiswa tersebut adalah demo yang kedua kali. Demo yang pertama dilakukan di Kantor bupati Intan Jaya.
“Aspirasi dari mahasiswa saya sendiri terima, lalu pemerintah daerah sudah respon khusus BBM tidak ada masalah. Dua hari kemudian saya selesaikan. Sedangkan tiket pesawat memang kami sudah menyurati kepada provinsi dan pusat yakni Dirjen Perhubungan untuk meminta petunjuk, karena akses Nabire-Intan Jaya hanya bisa lewat pesawat, kita semua tahu, dan pesawatnya juga berbadan kecil,” kata Apolos Bagau kepada Nabire.Net.
Lantas mengapa harga tiket naik sehingga berimbas pada kenaikan harga sembako di Intan Jaya, Pj.Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, mengatakan, masalahnya sangat jelas. “Berapa pesawat yang melayani Intan Jaya dalam perbaikan, terus ada yang urus perpanjangan izin operasi, ada juga yang dipakai kabupaten Puncak mengatasi musibah kelaparan, sehingga pesawat yang melayani Intan Jaya sangat terbatas”.
Lebih lanjut kata Apolos Bagau, momen ini dipakai oleh orang tertentu untuk mendatangkan pesawat lain kasih naik harga. “Harga sebelumnya biasa 2.3 juta hingga 2.5 juta rupiah. Nah tiba-tiba karena keterbatasan pesawat, mereka kasih naik harga penumpang per orang 4 jutaan. Sedangkan harga subsidi untuk masyarakat dari Nabire ke Intan Jaya rata-rata 800 ribu per orang, pesawat itupun lagi dalam perbaikan. Sekarang kami Pemda mau tegur atau batasi kejadian luar biasa ini bagaimana, kalau kami tegur atau batasi maka sama sekali tidak ada maskapai yang melayani Intan Jaya, akhirnya tambah rusaklah semua pelayanan kehidupan ekonomi masyarakat, pembangunan bahkan pemerintah pun tidak ada bertugas. Kembali ke 10 tahun yang lalu lagi.”
Oleh karena itu, Apolos Bagau menjelaskan, masyarakat dan mahasiswa perlu memahami dan melihat dengan jeli permasalahan berkaitan dengan pesawat. “Masalah ini sebenarnya kondisional. Kita mesti melihat baik dan bersabar.
“Pemda Intan Jaya akan segera mengadakan rapat koordinasi dengan maskapai yang melayani rute Nabire Intan Jaya. Surat undangan Bupati sudah keluar untuk membahas terkait kenaikan harga tiket. Setelah ini, hasil pertemuan akan saya laporkan kepada Ibu Pj.Gubernur Papua Tengah,” tandas Apolos Bagau.
Sebagai informasi, terkait harga tiket Nabire ke Intan Jaya, Pj.Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM, akan memanggil Pj.Bupati Intan Jaya, anggota DPRD Intan Jaya dan pihak Maskapai serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Zakarias Frans Marey.
(Baca Juga : Terkait Harga Tiket, Pj.Gubernur Papua Tengah akan Panggil Pj.Bupati Intan Jaya dan Maskapai Penerbangan)
“Terkait dengan Kabupaten Intan Jaya, yakni terjadinya inflasi saya akan memanggil Penjabat Bupati Intan Jaya, DPRD Intan Jaya, maskapai penerbangan dan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah. Nanti saya akan meminta mereka paparkan apa yang menjadi penyebab terjadinya kenaikan inflasi, terlebih tingginya harga tiket penerbangan,” ungkap Ribka Haluk, Kamis (12/10/2023).
Sebelumnya, ratusan mahasiswa asal Intan Jaya dari 17 kota studi yang tergabung dalam Soldaritas Mahasiswa Asal Intan Jaya Se-Indonesia mendatangi Kantor Bandar Udara Nabire, Papua Tengah, Rabu (11/10/2023). Mereka menuntut agar pemerintah segera menurunkan harga tiket penerbangan Nabire-Intan Jaya yang melambung tinggi mencapai Rp 4 juta, hal itu juga mengakibatkan harga bahan-bahan pokok di Intan Jaya naik.
(Baca Juga : Demo Jilid II Tuntut Pemda Intan Jaya Turunkan Harga Tiket Nabire Sugapa dan Harga Sembako)
[Nabire.Net]


Mas 69
Akibat pesawat d tembaki akhirnya maskapai malas melayani rute intanjaya…contoh sj susiair…alhasil harga naik semaunya Krn hanya mrk yg punya nyali sj yg mau naik….tembaki sj spy makin mahal lg