Bantah Isu Kompor Meledak, Pemilik Ungkap Penyebab Kebakaran Perumahan Pemda Dogiyai
Dogiyai, 17 April 2026 – Kebakaran yang melanda Perumahan Pemda Kabupaten Dogiyai di Tokapo pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIT diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pemilik rumah, Yohanes You, yang juga merupakan pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai.
Yohanes menjelaskan, sehari sebelum kejadian sudah muncul tanda-tanda gangguan listrik di dalam rumahnya.
“Sore sebelumnya lampu kamar tiba-tiba mati, padahal sebelumnya tidak pernah begitu. Saya pakai senter HP sampai pagi,” ungkap Yohanes saat memberikan klarifikasi kronologis kejadian.
Pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIT, aktivitas di rumah berlangsung seperti biasa. Adik perempuan Yohanes, Oktopince You, pergi ke kebun, sementara di rumah tinggal ibu mereka, Natalia Agapa (58) yang sedang sakit bersama dua cucunya.
Rumah tersebut terdiri dari dua bagian terpisah, yakni rumah utama dan dapur yang letaknya berjauhan. Saat Yohanes berangkat ke kantor, rumah utama dalam kondisi terkunci, sedangkan dapur tidak dikunci.
Ia menegaskan tidak ada aktivitas memasak saat kejadian.
“Kompor hanya ada di dapur dan tidak pernah dibawa ke rumah utama. Hari itu juga tidak ada minyak tanah, jadi tidak ada api sama sekali,” tegasnya.
Sekitar pukul 10.25 WIT, Natalia Agapa melihat asap keluar dari bagian plafon rumah utama yang kemudian disusul munculnya api. Ia berusaha membuka pintu rumah untuk menyelamatkan barang penting, namun gagal karena pintu dalam keadaan terkunci dan kunci dibawa oleh Yohanes.
“Mama sudah berusaha gedor pintu beberapa kali, tapi tidak kuat. Asap sudah tebal, apalagi mama dalam kondisi sakit, akhirnya jatuh pingsan di belakang rumah,” kata Yohanes.
Tangisan dari dalam rumah terdengar oleh tetangga sekitar, termasuk seorang pegawai PUPR Kabupaten Dogiyai yang kemudian datang membantu menyelamatkan korban. Natalia Agapa bersama dua cucunya segera dibawa ke RSUD Odekomo untuk mendapatkan perawatan medis.
Yohanes mengaku baru menerima informasi sekitar pukul 11.00 WIT dan langsung menuju lokasi kejadian.
“Saya tiba di lokasi, mama sudah dalam keadaan pingsan dan rumah sudah terbakar habis. Saya langsung bawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, Yohanes membantah berbagai informasi yang beredar di masyarakat yang menyebutkan adanya kompor meledak atau anak-anak bermain api.
“Berita yang bilang kompor meledak atau anak-anak main api itu tidak benar. Api pertama kali terlihat dari plafon rumah utama, jadi kami duga kuat ini murni korsleting listrik,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, seluruh bangunan rumah dinas yang terdiri dari dua unit hangus terbakar. Seluruh harta benda turut musnah, termasuk dokumen penting seperti ijazah, SK kepegawaian, perangkat elektronik, kendaraan, serta barang milik penghuni rumah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Yohanes juga memastikan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada pihak kepolisian.
“Kami sudah mengambil surat tanda penerimaan laporan kebakaran di Polres Dogiyai,” tambahnya.
Ia turut menyayangkan beredarnya pemberitaan awal yang dinilai tidak akurat karena tidak melakukan verifikasi langsung kepada saksi utama.
“Waktu kejadian mama sebagai saksi utama sudah pingsan. Jadi tidak mungkin dimintai keterangan saat itu. Harusnya media menunggu dan melakukan konfirmasi langsung,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Yohanes mengimbau seluruh media untuk mengedepankan prinsip verifikasi dan akurasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
[Nabire.Net]


Leave a Reply