INFO PAPUA
Home » Blog » Rusuh Di Dogiyai, 1 Orang Tewas Dihakimi Massa, 3 Orang Warga Ditembak Brimob

Rusuh Di Dogiyai, 1 Orang Tewas Dihakimi Massa, 3 Orang Warga Ditembak Brimob

Kabupaten Dogiyai Papua sempat rusuh. Massa mengamuk menyerang pos Brimob. Seorang tewas karena dihakimi massa dan 3 orang terluka ditembak polisi.

Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menjelaskan, kejadian berawal dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi sekitar Pos Brimob. Saat itu, sebuah truk menabrak pengendara motor hingga tewas. Warga setempat mengejar sopir truk.

Sopir truk mengamankan diri ke Pos Brimob. Warga meminta agar polisi melepaskan si sopir. “Tapi kan tidak mungkin anggota melepaskan, karena nanti polisi dibilang melakukan pembiaran,” kata Tito kepada wartawan di Jayapura, Selasa (6/5).

Massa yang membawa senjata tajam dan panah, menyerang pos Brimob. Meski sudah diimbau, massa tetap nekat dan malah beringas. Anggota Brimob melakukan tembakan peringatan. Lagi-lagi, massa tak mundur. Mereka malah malah menyerang dengan panah dan senjata tajam. Karena terancam, polisi menembak ke bagian bawah. Tiga orang terluka di bagian kaki.

“Anggota melakukan penembakan terhadap warga yang membawa senjata tajam dalam rangka pembelaan diri,” tegas Tito.

Massa bubar. Saat pulang, mereka bertemu dengan warga masyarakat lain di jalan. Entah karena sudah terlanjur emosi atau ada masalah lain, mereka menganiaya seorang warga hingga tewas. Situasi sempat rusuh. Personel kepolisian diterjunkan dan dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Tagor Hutapea.

Kodim Dogiayi sudah mempersiapkan anggota untuk membantu polisi. Sedangkan para korban sudah dievakuasi ke Nabire.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo, Selasa mengakui, saat ini ketiga korban sudah dievakuasi dengan menggunakan pesawat.

Dia mengatakan, ketiga korban luka tembak yang dievakuasi ke Nabire itu masing-masing Anthon Edowai (32) terkena di paha, Yulius Anouw (27) terkena di dada, dan Sepnat Auwe di bagian perut.

Para korban itu dievakuasi ke Nabire untuk mendapat penanganan yang intensif mengingat di daerah itu belum ada rumah sakit, jelas Kombes Pudjo.. Situasi keamanan sudah kondusif.

“Besok saya dan Danrem akan berangkat ke daerah itu untuk melakukan pemulihan keamanan dan akan bicara dengan para tokoh masyarakat agar masalah ini jangan berlarut-larut,” tutup Tito.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

flyer tribal baru
previous arrow
next arrow