Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Nabire Pertanyakan Penutupan Sementara Tempat Karaoke Di Distrik Nabire

(Cafe GP Nabire/Mekarsari)

Nabire – Bupati Nabire, Isaias Douw, 25 Juni 2019 lalu mengeluarkan surat edaran yang isinya tentang penutupan sementara tempat hiburan karaoke di Distrik Nabire, hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Namun penutupan ini menjadi pertanyaan bagi sejumlah pemilik tempat karaoke yang ada di Distrik Nabire, maupun warga Nabire.

Hal ini sempat ditanyakan anggota Fraksi PDI-Perjuangan kepada Bupati Nabire, dalam Rapat Paripurna DPRD Nabire dengan agenda pembacaan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Nabire, tahun anggaran 2018, 28 Juni 2019 lalu.

(Baca Juga : Mulai 25 Juni 2019, Seluruh Pengusaha Hiburan Karaoke Di Distrik Nabire Diminta Tutup Sementara Waktu)

Anggota Fraksi PDI-Perjuangan, Muhammad Iskandar, dalam sidang tersebut mempertanyakan penutupan tempat hiburan karaoke di Distrik Nabire untuk sementara waktu, padahal selama ini tempat-tempat tersebut turut berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Isaias Douw menjelaskan bahwa tempat hiburan karaoke lebih banyak menganggu kamtibmas daripada manfaatnya. Oleh karena itu, tempat karaoke yang ada di Distrik Nabire ditutup. Yang mau karaoke bisa di lokalisasi Samabusa Nabire.

Terkait PAD, Bupati menegaskan bahwa memang pemkab Nabire membutuhkan PAD, tapi tidak berarti dengan cara merusak moral generasi muda melalui karaoke.

Seperti diketahui, Bupati Nabire meminta kepada seluruh pengusaha hiburan karaoke yang beroperasi di Distrik Nabire, kabupaten Nabire, mulai 25 Juni 2019 agar menutup sementara usaha hiburan tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Himbauan Bupati Nabire tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Nomor 330/1348/SET, tanggal 25 Juni 2019.

Lebih lanjut dalam instruksi tersebut Bupati menegaskan agar hal tersebut dilaksanakan, jika tidak maka pelaku usaha yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai undang-undang yang berlaku.

Adanya surat instruksi ini menjadi pertanyaan sejumlah pelaku usaha yang dimaksud yang berada di Distrik Nabire. Salah satu pelaku usaha yang tak ingin disebutkan namanya ketika diminta tanggapannya oleh Nabire.Net, juga mengaku kebingungan dengan penutupan sementara tempat usaha.

Yang menganehkan, sejumlah warga memberikan informasi kepada Nabire.Net bahwa ada tempat karaoke yang telah beroperasi kembali yakni Gaul Papua (GP) Cafe yang telah berganti nama menjadi Mekar Sari.

(Baca Juga : Ada Apa Dibalik Penutupan Sementara Tempat Hiburan Karaoke Di Distrik Nabire ?)

Terkait hal itu, belum diketahui jelas apakah surat edaran Bupati Nabire telah berakhir ataukah memang Cafe-nya yang beroperasi secara diam-diam.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *