Ada Apa Dibalik Penutupan Sementara Tempat Hiburan Karaoke Di Distrik Nabire ?

(Cafe GP Nabire)

Nabire – Berada di lokasi yang sangat strategis di wilayah tengah Papua, kabupaten Nabire selain menjadi tempat yang menjanjikan bagi investor tambang, pengusaha kayu maupun sawit, juga menjadi surga bagi bisnis hiburan malam.

Hiburan memang sangat dibutuhkan oleh warga Nabire. Baik hiburan yang bisa dinikmati semua umur, maupun hiburan dalam tanda kutip yang berkonotasi negatif.

Siapa tak tahu dengan lokalisasi Samabusa Nabire yang telah lama menjadi tempat yang paling dinikmati para pecinta hiburan malam di Nabire.

Sudah tiga dasawarsa, Lokalisasi Samabusa Nabire menjadi pilihan utama bagi para pecinta hiburan malam di Nabire, baik sekedar berkaraoke maupun menikmati minuman keras hingga mencicipi penjaja seks komersil yang memang dipusatkan di tempat ini.

Selain Lokalisasi Samabusa Nabire, hiburan malam lainnya mulai menjamur di Nabire, seperti Cafe maupun Tempat Karaoke.

Ada yang menjalankan bisnisnya dengan benar, namun ada juga yang dituding masyarakat menjalankan bisnisnya berkedok layanan plus-plus.

Salah satu tempat hiburan yang berada di kota Nabire yang menurut warga masyarakat menjalankan bisnis tersebut adalah Cafe GP.

Dari hasil penelusuran informasi Nabire.Net, Cafe GP ini telah beroperasi kurang lebih 10 tahun, dan saat ini beralamat di Karang Mulia Nabire.

Siapa sangka singkatan GP pada Cafe ini adalah Gaul Papua. Tentu pemilihan nama Papua dalam akronim GP ini dirasa kurang tepat, jika benar Cafe ini menjalankan bisnis hiburan yang negatif.

Dari sejumlah keterangan warga Nabire yang tak ingin disebutkan namanya mengenai keberadaan bisnis hiburan di Cafe GP ini, warga mengakui bahwa memang ada layanan prostitusi terselubung di tempat ini, salah satunya pijat plus-plus.

Beredarnya Instruksi Bupati Nabire tentang larangan sementara operasional sejumlah tempat karaoke di Nabire patut diapresiasi jika dalam menjalankan bisnisnya, ada praktek-praktek yang melanggar norma dan aturan.

Sayangnya hal ini tidak dilakukan secara menyeluruh dan permanen. Jika dirasa ada tempat hiburan yang secara sengaja atau diam-diam melakukan bisnis prostitusi, tentu tempat tersebut harus dicabut ijinnya dan ditutup. Salah satunya lokalisasi Samabusa Nabire.

Oleh karena itu, instruksi Bupati Nabire untuk menutup sementara tempat hiburan karaoke di Nabire menjadi tanda tanya besar bagi warga Nabire dan sejumlah pemilik tempat usaha lainnya di Nabire, ada apa dan mengapa ada larangan sementara beroperasinya tempat hiburan di Distrik Nabire.

Salah satu pelaku usaha yang tak ingin disebutkan namanya ketika diminta tanggapannya oleh Nabire.Net, juga mengaku kebingungan dengan penutupan sementara tempat usaha.

Bahkan sejumlah pihak seperti Kapolres dan Asisten I Setda Nabire pun belum menjawab pertanyaan Nabire.Net terkait hal ini.

Seperti diketahui, Bupati Nabire meminta kepada seluruh pengusaha hiburan karaoke yang beroperasi di Distrik Nabire, kabupaten Nabire, mulai 25 Juni 2019 agar menutup sementara usaha hiburan tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

(Baca Juga : Mulai 25 Juni 2019, Seluruh Pengusaha Hiburan Karaoke Di Distrik Nabire Diminta Tutup Sementara Waktu)

Himbauan Bupati Nabire tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Nomor 330/1348/SET, tanggal 25 Juni 2019.

Lebih lanjut dalam instruksi tersebut Bupati menegaskan agar hal tersebut dilaksanakan, jika tidak maka pelaku usaha yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai undang-undang yang berlaku.

Bupati Nabire juga meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja Nabire untuk berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan instruksi Bupati tersebut.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.