Workshop Guru-Guru Yayasan PESAT Nabire

Nabire – Yayasan PESAT Nabire melalui Departemen Pendidikan Yayasan PESAT Nabire, mengadakan Workshop Training of Trainers ETLS bagi Guru di Persekolahan Yayasan PESAT Nabire maupun Yayasan PESAT Nabire Cabang Manokwari Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Graha Rehobot atau Aula Kampus STMIK PESAT Nabire di Sanoba. Workshop ini diikuti 40 peserta yang terdiri dari 34 guru di persekolahan PESAT Nabire di Kabupaten Nabire dan 6 guru dari Manokwari Selatan.
Workshop dibuka hari rabu (29/01) dan ditutup hari minggu (02/02). Peserta tampak antusias mengikuti acara tersebut.
Workshop ini merupakan rangkaian program orientasi bagi guru-guru kaitan panggilannya sebagai guru kristen. Pelatihan tersebut sekaligus menguatkan dan mempertajam panggilan serta meningkatkan kompetensi sebagai guru kristen.
Mengapa demikian ? Sebagai guru kristen bukan hanya mentransferkan ilmu pengetahuan semata kepada peserta didik, namun lebih dari itu yaitu bagaimana peserta didik menemukan tujuan hidupnya di dalam Tuhan.
Di era jaman ini, untuk pintar secara akademik, itu sangat mudah, cukup melalui teknologi informasi, semua pengetahuan dapat diperoleh, namun untuk mendapatkan tujuan hidup untuk apa seseorang hidup itu hanya dapat dilalui dengan praktek hidup bersama Tuhan dan RohNya yang Kudus.
Sehingga dengan kata lain seseorang menjadi guru di persekolahan PESAT Nabire merupakan panggilan dari Tuhan. Karena demikian maka secara organisasi bertanggungjawab kepada Yayasan, namun lebih daripada itu yaitu seseorang menjadi guru memiliki tanggungjawab kepada Tuhan.

Menurut beberapa peserta, yang mengekspresikan apa yang diperoleh selama kegiatan mengatakan bahwa selama menerima materi, ia merasa kaget karena apa yang telah dikerjakan selama ini harus ia ubah, salah satunya adalah ternyata peserta didik yang sering melakukan hal negatif adalah seperti domba yang hilang.
Jadi sangat salah besar bila seorang guru melabel peserta didik dengan anak nakal, pemalas, bodoh, dan lain sebagainya. Justru di bagian inilah peran seorang guru. Seperti Tuhan Yesus, domba yang hilang itulah yang dicari Tuhan Yesus.
Peserta terbagi menjadi 5 kelompok, mereka berdiskusi, kerja sama dengan penuh antusias tinggi dalam memgikuti kegiatan.
Materi yang disampaikan itu meliputi Sekolah Kristen, Guru Kristen, Belajar dalam Sebuah Komunitas, Roh Kudus dan Guru, Gambar Tuhan, dan beberapa materi dasar lainnya yang merupakan Pelatihan Seri 1, yang terdiri dari 10 chapter.
Salah peserta yang lain juga mengatakan bahwa selama mengikuti sesi demi sesi, mereka mendapat api (semangat) perubahan dalam melakukan tugas dan tanggungjawab sebagai guru kristen, bermimpi bukan dirinya saja yang mengalami perubahan tetapi peserta didik juga akan mengalami perubahan besar karena pekerjaan Roh Kudus Tuhan yang membakar semangat dalam hidup.
Pelatihan ini menghadirkan pembicara dari yayasan Asa Indonesia yang merupakan mitra Yayasan PESAT Nabire, Miss Ruth Cynthia Devi dan dibantu Trainers Yayasan PESAT Nabire, Ibu Stephanie, S. Pd, dan ibu Ester Winarti, S.Si., M.Pd.
Eliezer Edo Odo selaku Ketua Yayasan PESAT Nabire dalam Penutupan kegiatan mengatakan “Kita guru-guru adalah orang-orang yg membawa kabar baik, oleh karena itu ayo kita pastikan kita orang-orang yang memegang hari esok.
Banggalah jadi guru, karena kita memiliki peranan penting bagi masa depan anak-anak, Harapannya adalah murid-murid kita bisa menjadi orang yang sesungguhnya tutupnya.
[Nabire.Net/Budi Santoso, S.Sos]





Tinggalkan Komentar