INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » “Waspada Terhadap Politikus yang Suka Menebar Janji”

“Waspada Terhadap Politikus yang Suka Menebar Janji”

(Ketua GMNI Nabire, Aktivis GMNI Papua Tengah, Jeri Anouw Muyapa)

Nabire, Pesta demokrasi pemilihan umum semakin dekat. Partai politik turut berlomba-lomba menawarkan janji-janji manis kepada masyarakat untuk memenangkan hati pemilih. Namun, di balik janji-janji tersebut, masyarakat diminta untuk cerdas menyikapi tawaran dari partai politik yang terkadang lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada mengemban ideologi yang seharusnya diwakilinya.

Analisis mendalam menunjukkan bahwa lemahnya kaderisasi dalam partai politik menjadi salah satu penyebab utama munculnya politikus-politikus yang suka menebar janji tanpa mengedepankan peran partai dalam menjalankan ideologi. Keberadaan politikus yang tersebar di berbagai spektrum, mulai dari partai nasionalis hingga agamais, menjadi indikator hilangnya arah ideologi yang seharusnya menjadi panduan dalam mengawasi peran kader berpolitik.

Banyak calon pemimpin yang berkampanye dengan janji-janji manis untuk mensejahterakan rakyat, namun setelah terpilih, janji-janji tersebut sering kali terlupakan. Masyarakat kini diingatkan untuk tidak hanya percaya pada kata-kata manis para politikus, melainkan juga meminta bukti konkrit sebelum memberikan dukungan.

Terkait dengan hal ini, muncul pertanyaan apakah ada obat untuk penyakit politik ini. Para pemimpin diharapkan memiliki kekuatan moral yang kuat untuk memenuhi janji-janji mereka, dan masyarakat perlu aktif mengawasi agar janji-janji tersebut tidak hanya menjadi retorika kosong.

Dalam menghadapi janji politik, masyarakat diingatkan untuk tidak terlalu mudah percaya, melainkan menuntut bukti konkret dari janji-janji yang diucapkan. Faktor-faktor luar seperti krisis ekonomi seharusnya tidak menjadi alasan utama untuk tidak menepati janji, dan pemimpin yang memiliki hati nurani diharapkan berpikir seribu kali sebelum mengucapkan janji.

Sebagai pemilih yang cerdas, kita diajak untuk tidak menjadi obyek yang diperdaya, melainkan memastikan bahwa apa yang diucapkan oleh peserta pemilu adalah sesuatu yang realistis dan dapat diwujudkan. Dengan demikian, masyarakat memiliki peran penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan bertanggung jawab.

*Penulis : Ketua GMNI Nabire, Aktivis GMNI Papua Tengah, Jeri Anouw Muyapa

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.