(Pertemuan anggota DPRD Nabire dengan warga Suku Yerisiam Gua)
DPRD kabupaten Nabire , rabu lalu (20/04) telah melakukan kunjungan ke kampung Sima,Distrik Yaur, atas laporan masyarakat Yerisiam Gua beberapa waktu lalu ke DPRD Nabire. Kedatangan ini untuk melihat aspirasi masyarakat guna pemberhentian aktivitas PT.Nabire Baru, yang membabat hutan sagu, secara sepihak oleh PT.Nabire Baru dan pihak-pihak yang mengatasnamakan masyarakat.
Pertemuan berlangsung dikampung sima oleh pihak DPRD dan masyarakat Yerisiam. Sebelum pihak DPRD ke kampung,masyarakat sudah lebih dahulu memberhentikan aktivitas perusahaan di dusun sagu. Dan sore harinya masyarakat yerisiam bertemu tatap mukan dengan pihak DPRD.
Dari pertemuan tersebut masyarakat yerisiam menuntut 3 hal (Baca : Tatap Muka Dengan Anggota DPRD Nabire, Ini 3 Tuntutan Warga Suku Yerisiam Kepada Pemerintah Nabire). Dari pertemuan tersebut juga pihak DPRD, berjanji akan memanggil ketiga perusahan tersebut awal bulan Mei 2016. Informasi lain juga, DPRD sudah meminta Pihak PT.Nabire Baru untuk memberhentikan aktivitas penggusuran dusun sagu masyarakat yerisiam.
Namun hingga hari ini, masyarakat memberitahukan informasi dari kampung Sima via telepon bahwa PT.Nabire Baru masih terus menggusur Dusun Sagu, dan kali ini dengan pengawalan ketat Aparat Brimob, untuk mengawasi penggusuran dusun sagu yang kemarin sudah dipalang oleh masyarakat yerisiam dan juga diberhentikan oleh Pihak DPRD Nabire, sedangkan keinginan masyarakat yerisiam adalah, sebelum ada pertemuan yang direncanakan oleh pihak DPRD Nabire, awal bulan Mei, guna meminta pertanggungjawaban PT.Nabire Baru yang sepihak menggusur dusun sagu, yang sudah pernah ditolak oleh masyarakat yerisiam. Karena kalau aktivitas terus berjalan sebelum adanya pertemuan, maka dusun sagu masyarakat yerisiam akan habis dibabat.
“Ini pelecehan yang sangat luar biasa oleh PT Nabire Baru. Representasi rakyat saja sudah tak diindahkan apalagi masyarakat. Ternyata ada investasi yang kebal hukum di daerah ini, kalau begini kesejahteraan apa yang diharapkan dari investasi ini ?” tutur Roberthino Hanebora selaku Sekretaris Suku Yerisiam Gua.
Dikatakan Roberthino, PT Nabire Baru menciptakan konflik dengan menerjunkan aparat brimob untuk menjaga areal tersebut, dan apabila rakyat mengamuk maka akan ada korban.
“Sudah amat sadis PT.Nabire Baru, “Mesuji Jilid II (Dua)” akan segera terjadi di Kampung Sima, Suku Yerisiam Gua akan terus berusaha untuk memberhentikan aktivitas PT.Nabire agar tidak membabat habis dusun sagu yang terus hingga saat ini. Disana ada Anjing Herder perusahaan (Brimob PAM Sawit) yang siap dan siaga menjaga halaman rumah tuannya, bila ada ancaman dari luar dan masuk dihalaman rumah tuannya, anjing herdernya tak akan pusing pada siapapun, karena dia hanya tahu, halaman ini miliki tuannya, yang tak dapat saya gigit hanya tuanya/pemiknya,” tukas Roberthino.
Nasib dusun sagu, nasib nyawa masyarakat Yerisiam, nasib anak cucu orang yerisiam ada ditangan siapa ? Mesuji Jilid II (Dua) siap “mulai” tinggal tunggu aba-aba. Mudah-mudahan ada malaikat Tuhan yang diutus untuk mematahkan “kebal hukumnya PT Nabire Baru” barulah nasib dusun sagu, nasib nyawa orang Yerisiam, bisa selamat.
Seperti diketahui, PT. Nabire Baru adalah anak perusahaan dari Goodhope Asia Holdings Ltd (http://www.goodhopeholdings.com), yang dimiliki perusahaan Carson Cumberbatch PLC asal Sri Lanka.
Tinggalkan Komentar