Kepala suku dan juga merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Nabire, Yulian Yap Marey memberikan apresiasi kepada TNI Angkatan Darat di wilayah Kodim 1705/Paniai yang telah memilih Kampung Nusantara Kimi sebagai kampung percontohan pembuatan 50.000 lubang biopori secara masal dalam rangka memperingati HUT TNI ke–69 tahun 2014 di wilayah Kodim 1705/Paniai. Dirinya selaku pembentuk Kampung Nusantara Kimi merasa bangga dengan TNI-AD, karena TNI–AD Wilayah Kodim 1705/Paniai juga telah ikut mensejahterakan warga Kampung Nusantara Kimi dengan pembuatan lubang biopori.
“Kami merasa bangga dengan Kodim 1705/Paniai, kami bangun Kampung ini (Nusantara Kimi red) sejak tahun 1980, dan kami babat pohon-pohon yang ada di sini untuk dijadikan daerah pemukiman bagi warga Nabire, khususnya warga masyarakat yang dulunya berseberangan dengan NKRI, kami sadar bahwa bangun Negara diatas Negara itu tidak bisa, sehingga kami berinisiatif untuk bangun Kampung dan Bangun Negara Indonesia. Dan dengan pembuatan lubang biopori ini sangat membantu masyarakat, Karena kami di sini ini, kalau hujan biasa banjir, karena pohon-pohon sudah tidak ada, dan kalau musim kemarau juga disini air susah, sehingga dengan biopori ini kami bisa menyerap air dan mencegah terjadinya banjir,” ujarnya.
Kata Marey, program pembuatan 50.000 lubang biopori di Kampung Nusantara Kimi oleh Kodim 1705/Paniai, merupakan salah satu program TNI- AD yang luar biasa. Dan hal tersebut, sangat-sangat membantu warga masyarakat yang berada di Kampung Nusantara Kimi. Dan hal tersebut bukan merupakan suatu proyek, tetapi inilah wujud nyata keberadaan TNI di tengah-tengah masyarakat. Dengan pembuatan biopori ini, dirinya selaku Tokoh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pihak Kodim 1705/Paniai yang sudah memberikan kesempatan dan memilih Kampung Nusantara Kimi untuk menjadi salah satu Kampung Percontohan pembuatan lubang biopori di wilayah Kabupaten Nabire.
“Mudah-mudahan di kampung-kampung lain, pembuatan lubang biopori ini bisa dilakukan. Karena, manfaatnya sangat luar biasa, dan hal tersebut juga merupakan salah satu wujud dari kecintaan kita terhadap lingkungan. Sehingga Tanah Papua, bisa menjadi tanah yang subur, tanah yang kaya air, dan tanah yang tidak banjir,” cetusnya.
Dirinya berharap, kepada warga Kampung Nusantara Kimi, kedepannya bisa menjaga dan memelihara lubang biopori yang sudah di buat oleh, Kodim 1705/Paniai, sehingga daya serap air di Kampung Nusantara Kimi semakin tinggi dan kesuburan tanah di Kampung Nusantara Kimi, juga semakin baik.
Tinggalkan Komentar