Warga Nabire Keluhkan Tiket PELNI Cepat Habis, Pembelian Online dan Offline Sama-Sama Sulit
Nabire, 9 Juli 2026 – Sejumlah warga Kabupaten Nabire mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). Keluhan tersebut muncul karena tiket dinilai sangat cepat habis, baik melalui pembelian secara online menggunakan aplikasi PELNI Mobile maupun melalui loket penjualan resmi.
Keluhan ini disampaikan sejumlah calon penumpang yang mengaku telah berupaya membeli tiket sejak penjualan dibuka, namun tidak berhasil memperoleh tiket sesuai jadwal yang diinginkan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat yang bergantung pada transportasi laut, terutama untuk perjalanan antarpulau.
Salah seorang warga Nabire, Wahyu, mengaku bingung karena proses pembelian tiket dinilai sangat sulit, meski dirinya sudah siap melakukan pembayaran.
“PELNI, kenapa mau beli saja susah ya mau bayar,” ujar Wahyu kepada Nabire.Net.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Nabire lainnya, Maman. Ia mengaku telah berusaha mencari informasi melalui beberapa loket, namun mendapatkan penjelasan yang berbeda-beda.
Menurut Maman, saat dirinya menanyakan ketersediaan tiket di loket PELNI Nabire, ia diarahkan untuk menghubungi loket di Surabaya. Namun ketika mencoba mencari informasi ke Surabaya, ia justru diminta memantau aplikasi PELNI Mobile secara berkala.
“Dari loket Nabire dibilang langsung ke loket di Surabaya. Sampai loket Surabaya dibilang lewat aplikasi, nanti cek secara berkala. Jadi tidak tahu tiket non-seat di Surabaya ini kemana jualnya,” ungkapnya.
Ia berharap ada penjelasan yang lebih jelas mengenai mekanisme penjualan tiket, khususnya tiket non-seat, sehingga masyarakat tidak kebingungan saat hendak melakukan perjalanan.
Berdasarkan keluhan yang diterima Nabire.Net, sebagian masyarakat mengaku telah beberapa kali mencoba mengakses aplikasi PELNI Mobile ketika jadwal penjualan tiket dibuka. Namun dalam waktu singkat, tiket yang tersedia disebut sudah tidak dapat dipesan lagi.
Situasi tersebut membuat sebagian calon penumpang akhirnya mencoba membeli tiket secara langsung di kantor PELNI. Namun, upaya tersebut juga belum membuahkan hasil karena tiket yang dicari disebut sudah tidak tersedia.
Bagi masyarakat Nabire, transportasi laut masih menjadi salah satu moda perjalanan utama menuju berbagai kota di Indonesia, termasuk Surabaya, Makassar, Ambon, dan sejumlah wilayah lainnya. Karena itu, ketersediaan tiket kapal menjadi kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat yang bepergian untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, berobat, maupun mengunjungi keluarga.
Keluhan mengenai sulitnya memperoleh tiket juga memunculkan harapan agar sistem penjualan tiket dapat lebih transparan. Sejumlah warga berharap informasi mengenai kuota tiket, jadwal pembukaan penjualan, hingga mekanisme pembelian tiket non-seat dapat disampaikan secara lebih jelas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan.
Hingga berita ini diterbitkan, Nabire.Net masih menunggu tanggapan resmi dari pihak PELNI Cabang Nabire terkait keluhan masyarakat mengenai ketersediaan tiket serta mekanisme penjualan yang dikeluhkan para calon penumpang. Apabila terdapat penjelasan resmi dari pihak PELNI, berita ini akan diperbarui.
Sebagai informasi, PELNI saat ini juga tengah menjalankan program diskon tiket kapal laut sebesar 30 persen selama periode libur sekolah tahun 2026. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan stimulus ekonomi pemerintah yang bertujuan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, termasuk Papua.
Diskon diberikan sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket kapal penumpang kelas ekonomi. Program ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 6 Juni 2026, sementara periode keberangkatan yang mendapatkan potongan harga berlangsung sejak 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.
Program diskon tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan transportasi laut dengan biaya yang lebih terjangkau. Namun di sisi lain, tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan kapal laut diduga turut meningkatkan permintaan tiket pada sejumlah rute, sehingga ketersediaannya menjadi lebih cepat habis.
Masyarakat berharap PELNI dapat memberikan solusi agar proses pembelian tiket berlangsung lebih mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi calon penumpang yang membutuhkan transportasi laut sebagai sarana mobilitas utama dari dan menuju Nabire.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar