Warga Dogiyai Keluhkan Listrik & Air Bersih
Kabupaten Dogiyai setelah dimekarkan dari kabupaten induk, Nabire saat ini dapat dikatakan telah memasuki tahun kedelapan, namun demikian masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah guna memenuhi kegiatan pembangunan daerah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan utama masyarakat, seperti air bersih dan listrik, diluar kegiatan pemerintahan dan pembangunan.
Air merupakan kebutuhan utama dan vital dalam kehidupan manusia, hingga saat ini di Dogiyai belum ada air bersih. Warga dan PNS yang tinggal di Perumahan Kampung Tokapo di Moanemani kadang masih beli air minum kepada salah seorang sopir truk pakai gelon dan menimba di Kali Tinou Moanemani.
“Warga dan pegawai bayar rata-rata Rp.300 Ribu .Belum ada peluang lain seperti Kali Tuka juga sumur belum bisa dikomsumsi karena air rawa. Selain itu warga tada air hujan dengan drum dan ember sebatas masak. Sudah delapan tahun pemekaran Dogiyai belum ada penyediaan air bersih,” terang salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) Agustina Iyai belum lama ini.
Tambahnya, warga masyarakat mengharapkan air hujan. Demikian juga lampu listrik sebagai alat penunjang penerangan kebutuhan warga Dogiyai masih bermasalah. Sebagian masyarakat tidak menggunakan lampu masih saja gelap. Sementara lampu yang ada itupun warga bisa gunakan batas jam dua belas malam saja.
Kata Agustina Iyai, istri salah satu PNS di Dogiyai ini, selain air, listrik terus jatah beras kami juga belum ambil sampai makan bulan.
“Jatah beras kami belum ambil sampai dengan saat ini,” tandas Agustina Iyai seraya memprotes pemerintah daerah, kususnya Dinas PU Dogiyai yang belum juga timbun jalan masuk rumah kediaman Bupati Caretaker yang dinilainya masih penuh dengan lumpur itu.
Mengapa dinas PU Dogiyai tidak timbun, sehingga mobil Bupati Caretaker mandi lumpur. Ulan itu saja, Agustina Iyai menyoroti perumahan pejabat dan PNS Dogiyai. “Rumput tinggi mereka tugas dimana,” tanya ibu rumah tangga ini.
Dia cerita, mereka selama ini kemana sehingga rumah bagus itu belum ada orang yang tinggal. Mengapa bisa begitu seakan menghitung masalah di Kabupaten Dogiyai kita ini. “Kami hanya mengurusi di rumah, tidak ada urusan dalam pemerintah. Kalau begitu bagaimana dengan pembangunan di Dogiyai. Saya dengar Ketua KPU juga sudah PAW, sementara belum ada Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai. Bagaimana Kabupaten Dogiyai ini kedepan kalau demikian,” tandasnya.
(PPN/Donatus Degei)



Leave a Reply