Peringatan Hari Pahlawan hendaknya dijadikan sebagai refleksi tentang pengorbanan, keteladanan dan keteguhan hati menggapai masa depan dengan terus bekerja dan bekerja mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Hal tersebut merupakan penegasan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutan tertulisnya memperingati Hari Pahlawan yang ke 70, tanggal 10 november 2015, yang dilaksanakan dalam suatu upacara di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Paniai.
Adapun yang bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Hari Pahlawan tingkat Kabupaten Nabire tahun 2015, yaitu Dandim 1705/Paniai, Letkol ARH Yulian Iskandar S.Ip.
Menurut Khofifah, momentum 10 november juga dapat menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan, persatuan dan kesetiakawanan sosial. Nilai-nilai kepahlawanan sejati tidak akan lekang dimakan jaman karena setiap waktu dapat diimplementasikan dan direvitalisasi dari waktu ke waktu sesuai perkembangan jaman.
Peringatan Hari Pahlawan selalu menjadi penting karena merupakan barometer seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai-nilai kejuangan terhadap proses kehidupa berbagsa dan bernegara.
Lebih lanjut disampaikan bahwa peringatan hari Pahlawan ke- 70 Tahun 2015 ini mengambil tema “Semangat kepahlawanan adalah jiwa ragaku” tema ini dimaksudkan untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.
Upacara tersebut diikuti anggota TNI/Polri, jajaran PNS, Satpol PP, Pelajar dan Mahasiswa, serta dihadiri jajaran Muspida, Ketua DPRD, Tokoh Masyarakat, Kepala Suku, para Veteran dan Pejuang.
Leave a Reply