INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » TPNPB Sebut Ada Korban Sipil dalam Operasi Militer di Kampung Soanggama Intan Jaya

TPNPB Sebut Ada Korban Sipil dalam Operasi Militer di Kampung Soanggama Intan Jaya

Intan Jaya, 17 Oktober 2025 – Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah menerima laporan dari Pasukan Intan Jaya (PIS TPNPB) terkait operasi militer yang dilakukan aparat keamanan Indonesia di Kampung Soanggama, Kabupaten Intan Jaya, pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 05.00 WIT.

Dalam laporan tersebut disebutkan, sebanyak 15 orang tewas, di antaranya tiga anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan seorang ibu rumah tangga. Pihak TPNPB menuduh operasi tersebut disertai tindakan kekerasan terhadap warga sipil.

Menurut laporan PIS TPNPB, saat operasi berlangsung, aparat militer mengepung rumah adat laki-laki atau Nduni dan menembak delapan orang hingga tewas.

Selain itu, tiga anggota TPNPB yang ditangkap disebut-sebut disiksa dan ditembak mati di tempat. Sementara seorang ibu rumah tangga dikabarkan mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya meninggal dunia di Kali Hiabu akibat penyiksaan yang dialaminya.

TPNPB juga menuding aparat militer Indonesia menghilangkan jejak dengan mengubur para korban secara terpisah serta membakar sejumlah barang milik warga, termasuk alat rumah tangga dan perlengkapan adat.

Menanggapi laporan tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan agar militer Indonesia mematuhi hukum humaniter internasional dalam setiap operasi tempur di wilayah konflik bersenjata seperti Intan Jaya.

“Penyiksaan dan penembakan terhadap warga sipil serta pemerkosaan terhadap ibu rumah tangga merupakan pelanggaran HAM berat dan melanggar hukum perang,” ujar Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis (16/10/2025).

TPNPB juga menolak tuduhan bahwa rumah Nduni merupakan markas mereka. Menurut pihaknya, bangunan tersebut adalah rumah adat untuk kaum laki-laki, bukan fasilitas militer.

Sebelumnya diberitakan, TNI mengklaim telah menembak mati sebanyak 14 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Undius Kogoya di kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Rabu (15/10/2025).

Panglima Komando Operasi Habema Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan, tindakan tegas itu dilakukan untuk menegakkan keamanan serta melindungi masyarakat dari aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

  • Khalim
    18 October, 2025 14:30 at 14:30

    pendusta u seebby….kamu bilang ham, setelah membunuh tni dan pekerja pekerja di papuan…emang mereka bukan manusia, sama aja, kalian juga pelanggar ham berat…tni hancurkan orang sepertimu sampai di akar akarnya

  • Orng papua
    17 October, 2025 12:54 at 12:54

    sebby sambom omong kosong….

Your email address will not be published.