Terlantar, Mahasiswa Intan Jaya Kota Studi Semarang & Salatiga Pertanyakan Dana Pemondokan
Ikatan Pelajar Mahasiswa kabupaten Intan Jaya kota studi Semarang dan Salatiga, mempertanyakan dana pemondokan atau kontrakan mahasiswa yang hingga saat ini belum mendapat respon dari pemerintah kabupaten Intan Jaya.
Filemon Duwitu yang merupkan Badan Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa kabupaten Intan Jaya kota studi Semarang dan Salatiga menegaskan hal tersebut kepada Nabire.Net, sabtu 28 Oktober 2017.
Dikatakan hingga saat ini pemerintah kabupaten Intan Jaya belum merespon persoalan dana pemondokan atau kontrakan mahasiswa Intan Jaya yang menuntut ilmu di kota Semarang dan Salatiga.
“Pemerintah Intan Jaya belum merespon kontrakan mahasiswa, padahal mahasiswa dari kota lain sudah dibantu, namun dengan alasan apa kami yang ada di Semarang dan Salatiga diabaikan hingga saat ini”, terang Filemon.
Ditambahkan Filemon, jauh-jauh hari sebelum kontrakan mahasiswa akan berakhir, pihanya sudah berkomunikasi dengan Pemda Intan Jaya melalui Kabag Kesra kabupaten Intan Jaya.
Kontrakan putri sendiri sudah habis per 12 Mei 2017, sedangkan kontrakan putra habis 16 September 2017 lalu. Namun hingga saat ini, komunikasi mahasiswa dengan pemkab Intan Jaya melalui SMS dan Telepon belum mendapatkan respon dari pemerintah kabupaten Intan Jaya.
“Kami mahasiswa asal kabupaten Intan Jaya saat ini terlantar dan terpaksa saling menumpang satu dengan yang lain di kontrakan mahasiswa asal kabupaten lain, sambil menunggu kontrakan dari pemda Intan Jaya, kami berharap agar pemerintah bisa memperhatikan kami yang jauh dari Papua untuk menuntut ilmu bagi masa depan kabupaten Intan Jaya”, pungkas Filemon.
[Nabire.Net]



Leave a Reply