Telur Oh Telur. Ini Curhatan Warga Nabire Tentangmu

Nabire – Kebutuhan warga Nabire khususnya kaum perempuan akan telur ayam memang selalu tinggi. Namun harga telur ayam di Nabire sering tidak stabil akibat permintaan pasar yang cukup tinggi namun tidak diimbangi dengan stok yang memadai.
Mendengar curhatan warga Nabire tentang harga dan stok telur ayam yang sering menipis cukup menarik untuk menjadi perhatian kita bersama.
Selain mengeluhkan harga dan stok telur yang terbatas, warga juga mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah kepada para peternak ayam lokal, dan kualitas telur impor yang tidak sebagus telur lokal.
Ibu Ati, salah seorang warga Nabire yang sehari-hari berjualan kue, kepada Nabire.Net, senin (30/12) mengatakan, sehari sebelum Natal, stok telur ayam di Nabire cukup susah, dan harganya perlahan-lahan melonjak.
“Waktu tanggal 24 Desember telur susah. Di kompleks kami harga telur 65 ribu per rak. Waktu tanggal 26 dan 27, harga telur menembus 80 ribu per rak. Kita yang jualan kue cuma bisa tarik nafas saat dikomentari warga bahwa harga kuenya mahal”, cerita Ati.
Sementara itu, Bapak Toto Surianto, kepada Nabire.Net mengatakan, masalah telur di Nabire dari tahun ke tahun selalu sama, sebab telur tidak bisa distok. Selain itu yang mendatangkan telur juga tidak berani ambil resiko , dampaknya, kebutuhan konsumen tidak bisa terpenuhi.
Namun menurut Toto, dirinya bersyukur saat ini di Nabire produksi telur lokal sudah lumayan. Meskipun harga telur meroket, tapi masyarakat masih bisa menjangkaunya.
“Kalau saya perhatikan di Nabire, warganya sudah mulai beralih memilih telur Nabire, termasuk pedagang yang menjual telur, karena mereka tidak terlalu khawatir dengan durasi waktu penjualan”, tuturnya.
Senada dengan Bapak Toto, Ibu Ati mengatakan telur lokal Nabire memang mulai disukai, sebab harganya terjangkau .
“Telur lokal Nabire lebih murah dari telur lokal Jayapura, disaat kondisi harga normal. Jika telur lokal Jayapura 65 ribu per rak, maka telur lokal Nabire cuma 60 ribu per rak, bahkan pernah dijual 50 ribu per rak,
Dikatakan Ati, ia sudah 2 tahun ini membeli telur lokal Nabire. Walaupun telur impor seperti telur dari Surabaya sudah murah, tapi ia tetap memilih telur lokal Nabire karena fresh.
Hal itu juga diamini Irzyah, warga Nabire lainnya. Katanya, kualitas telur Nabire jauh lebih baik dari telur impor. Ia bahkan memberi saran agar pengusaha telur lokal di Nabire menjual telurnya dibawah harga telur impor sehingga otomatis telur impor merugi.
Terkait kualitas telur impor seperti telur Surabaya, Ibu Rezka, warga Nabire mengatakan, telur dari Surabaya sering busuk.
“Saya pernah beli waktu anak saya ultah. Lebih banyak busuknya daripada bagusnya. Makanya saya sekarang lebih memilih telur lokal”, katanya.
Lalu bagaimana pendapat pedagang telur lokal di Nabire, Yaser, salah satunya mengatakan kepada Nabire.Net, sebenarnya pengusaha telur ayam lokal Nabire mau saja melayani telur untuk warga Nabire. Namun kendalanya adalah masuknya telur impor dalam jumlah banyak, sehingga telur lokal stoknya menumpuk.
“Dikarenakan telur Surabaya dan Makassar harganya turun tidak wajar, maka stok telur Nabire sering menumpuk, karena warga lebih memilih harga telur impor yang murah”, curhat Yaser.
Selain itu kata Yaser, keluhan para pengusaha telur lokal Nabire ke Dinas Perdagangan Nabire tak pernah digubris, sehingga mereka merasa kecewa.
“Kami sudah pernah keluhkan ini ke Dinas Perdagangan Nabire, kalau bisa telur impor dibatasi, biar kami pengusaha telur lokal Nabire bisa tambah bibit ayam petelur. Tapi sampai saat ini Dinas terkait tak pernah merespon. Telur impor terus menerus masuk Nabire berkontainer-kontainer”, gerutu Yasir.
“Kami merasakan sekali saat telur impor masuk, telur kami menumpuk sampai berikat-ikat. Bahkan kemarin harga telur Surabaya tembus 240 per ikat. Nah kita yang telur lokal mau jual harga berapa ? Kalau harga pakan turun sih tidak jadi masalah, tapi kalau naik terus ya kita hancurlah”, keluh Yaser.
Persoalan telur memang seakan tak ada habisnya. Nabire.Net sendiri belum bisa meminta keterangan dari pihak terkait yakni Dinas Perdagangan Nabire.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar