INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » BMKG Deteksi 378 Hotspot di Papua Tengah, Nabire Capai 108 Titik

BMKG Deteksi 378 Hotspot di Papua Tengah, Nabire Capai 108 Titik

(Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Nabire, Husain Kamadi)
(Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Nabire, Husain Kamadi)

Nabire, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Tengah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Nabire, Husain Kamadi, mengatakan kondisi cuaca di wilayah Papua Tengah dalam sepekan ke depan masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan kerawanan kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Husain kepada awak media usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 di Bandara Lama Nabire, Senin (24/8/2026).

“Kalau kita lihat prospek cuaca pekan ini masih didominasi kondisi cuaca cerah hingga cerah berawan. Artinya, dalam satu pekan ke depan kondisi cuaca kita masih cerah-cerah berawan,” ujar Husain.

Di tengah kondisi tersebut, data pemantauan hotspot menunjukkan masih terdapat ratusan titik panas di wilayah Papua Tengah.

Husain mengungkapkan, berdasarkan data yang dipantau pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIT, tercatat sebanyak 378 hotspot di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 307 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 33 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara khusus Kabupaten Nabire, BMKG mencatat terdapat 108 hotspot. Rinciannya, 15 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 85 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 8 titik tingkat kepercayaan tinggi.

“Untuk wilayah Kabupaten Nabire sendiri, jumlah hotspot per tadi malam berjumlah 108 data, yang terdiri dari tingkat kepercayaan rendah 15 titik, tingkat kepercayaan sedang 85 titik dan tingkat kepercayaan tinggi 8 titik,” jelasnya.

Meski masih terdapat ratusan hotspot, Husain menyebut adanya perkembangan positif dari upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan oleh berbagai unsur di lapangan.

Ia menilai kegiatan pencegahan dan respons cepat yang dilakukan unsur terkait, termasuk TNI-Polri dan BPBD, turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah hotspot dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Kita bersyukur dengan adanya kegiatan pencegahan yang dilakukan teman-teman BPBD, TNI-Polri. Artinya ada pengurangan. Kita bisa melihat bahwa ada pengurangan yang cukup signifikan dibanding dengan hari sebelumnya,” katanya.

BMKG Nabire akan terus memantau perkembangan cuaca dan hotspot serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan Karhutla untuk mendukung langkah antisipasi dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.

Dengan kondisi cuaca yang masih relatif cerah dalam sepekan ke depan dan masih tingginya jumlah hotspot, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu meluasnya kebakaran.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.