Tanggapan Suku Wate Kampung Nifasi Terkait Statemen TPF Nifasi & AMPERA
Suku Besar Wate, adalah suku pribumi di kabupaten Nabire-Papua dan hampir berada di seluruh kabupaten Nabire misalnya; Kampung Nifasi,Kampung Samabusa,Kampung Waharia, dan Kampung Wanggar. Suku Besar Wate di bawah naungan Badan Musyawarah Adat Suku Wate.
Terkait persolan yang belakangan ini marak di beritakan di berbagai media tentang penyerobotan lahan tambang di sungai Mosairo,Kampung Nifasi yang dilakukan oleh PT.Kristalin Eka Lestari (PT.KEL), yang juga melibatkan intervensi institusi Negara yaitu para Oknum TNI dari Daerah hingga Pusat. Dan juga para pihak yang membuat stekmen tidak sesuai fakta yang terjadi di Nifasiseperti; Stekmen sepihak Tim Pencari Fakta (TPF) Nifasi dan AMPERA.
Maka itu Badan Musyawah Adat Suku Besar Wate, Nabire,Papua sebagai wadah yang bertanggung jawab atas segala hak hidup,hak ulayat dan kenyamanan orang wate, menyampaikkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Tim yang menamakan diri TPF dan AMPERA yang di kordinir STENLY SALAMAHU SAYURI, adalah kelompok yang tidak dikenal tapi juga terkesan memprovoksi situasi diNifasi dengan pernyataan-pernyatan yang tidak sesuai fakta disana.
2. Terkait keterlibtan oknum TNI di Nifasi, biarkanlah Kapendam atau Pangdam yang mengklarifikasi dan memastikan tidak ada keterlibatan oknum TNI disana, bukan Tim seperti TPF dan AMPERA yang tidak mempunyai kewenangan dalam melakukan klarifikasi. Karena TNI adalah istitusi Negara, dan yang bertanggung jawab adalah pimpinan atau bagian yang mengurusi, karena apabila pernyataan klarifiksi yang keluar tidak sesuai dengan fakta, bisa berdampak buruk pada citra institusi TNI.
3. Konflik di Nifasi adalah penyerobotan yang dilakukan oleh PT.KEL terhadap lahan Masyarakat pemilik Suku Wate,Kampung Nifasi di Sungai Mosairo. Dan sejumlah penolakan melalui, surat dan sikap sudah di lakukan kepada PT.KEL dan pihak-pihak terkait. Dan itu membuktikan bahwa kolektif masyarakat tidak dan menolak kehadiran PT.KEL di ulayat Suku Wate,Kampung Nifasi,Nabire,Papua.
4. Kami meminta kepada Pemerintah (Instansi Terkait) dan Negara untuk, menseriusi,menginvestigasi dan menyelesaikan persoalan di Nifasi, karena terkesan ada Investor yang memksakan diri untuk bekerja dilahan masyarakat walaupun sudah ditolak berulang kali.
Demikin rilis ini disampikan untuk diketahui, dan juga sekaligus menjadi sikap kami mencermati informasi-informasi yang beredar belakangan ini.
Kepala Suku Umum
Besar Wate
Aleks Raiki
[Nabire.Net/Roberthino.H]



Leave a Reply