INFO NABIRE
Home » Blog » Tak Terima Anaknya Ditahan, Warga Nifasi Palang Lokasi Kerja PT Tunas Anugerah Papua

Tak Terima Anaknya Ditahan, Warga Nifasi Palang Lokasi Kerja PT Tunas Anugerah Papua

(Dok.S.N/Fani)

Tak terima penahanan anaknya, Oscar Erari bersama warga kampung Nifasi melakukan pemalangan di kawasan tambang milik PT Tunas Anugerah Papua yang berada di Kali Musairo, Distrik Makimi, senin 11 juli 2017.

Penahanan tersebut dikarenakan Lewi Monei dan Maria Erari, ditahan di Polres Nabire, akibat kejadian pemukulan kepada aktivis dan wartawan yang sedang melakukan peliputan di lokasi tambang.

“Saya yang punya tanah, PT Tunas Anugerah Papua sudah ambil hasil dari situ banyak, tapi saya tidak diperhatikan. Sekarang saya mau kasih ke orang lain tapi dorang bikin ini ke saya. Tunggu sa palang besok,” ujar Oscar sehari sebelum melakukan pemalangan.

Ancaman Oscar dibuktikannya dengan melakukan pemalangan selasa pagi bersama warga di lokasi PT Tunas Anugerah Papua.

“Saya dan keluarga usir baik-baik PT Tunas Anugerah Papua. Dorang tra boleh kerja, sa akan palang sampai sa pu anak keluar,” tegas Oscar Erari.

Akibat pemalangan tersebut sejumlah karyawan tidak bisa masuk lokasi tambang, bahkan sejumlah pekerja yang sedang bekerja disuruh keluar.

Oscar juga menjelaskan, pemukulan wartawan tersebut dikarenakan warga marah, akibat pemberitaan yang menurut warga tidak benar.

“Kami marah sama wartawan, karena tulis berita yang tra benar,” ungkap Oscar.

Seperti diketahui, warga melakukan pemukulan terhadap Robertino Hanebora, Gunawan Inggeruhi (aktivis HAM) dan Titus Ruban (wartawan Jubi) di lokasi pertambangan KM 39 Kali Mosairo, Distrik Makimi, Nabire, 29 juni lalu.

Mereka bertiga didatangi puluhan warga setempat saat sedang berdikusi dengan mandor PT Kristalin Eka Lestari. Ketiganya dihajar massa, namun lolos setelah melarikan diri dengan mobil.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.